Senin, 21 Januari 2013

Kata-kata kasar



Apakah pekerjaan kita lebih berarti dari Keluarga kita ?

KATA-KATA KASAR

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh,
maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya juga;
Saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya
kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita
memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak
lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya
berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya
dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari
betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan
berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau
kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau
kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan
beberapa kuntum bunga dekat pintu."
"Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah
muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak
menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak
melihat matanya yang basah saat itu."
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat
tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku.
"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, " Aku
menemukannya jatuh dari pohon. "
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.
Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar
padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu."
Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku
benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di
mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari
pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan
akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada
pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi
yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah
anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU



Kamis, 03 Januari 2013

Cara memindahkan Hardisk PC

Bagi teman2 sesama teknisi komputer tentunya sering menjumpai mainboard yang rusak, dan terkadang harus menggantinya dengan mainboard yang baru bukan?. Biasanya setelah kita mengganti mainboard dengan yang baru, windows xp nya terkadang malah tidak bekerja (muncul layar biru), ini dikarenakan perbedaan chipset pada mainbord lama dengan yang baru. Berikut ini ada sedikit trik untuk memindahkan harddisk ke komputer lain yang berbeda chipsetnya, dan juga bisa digunakan untuk banyak komputer yang berbeda jenis, juga bisa juga digunakan untuk cloning ke pc manapun.
Sebelum memindahkan harddisknya ke komputer lain pastikan di device manager:
IDE ATA/ATAPI Controller :
  • Standard Dual Channel PCI IDE Controller.
System Devices :
  • PCI bus.
  • PCI standard host CPU bridge.
  • PCI standard ISA bridge.
  1. Klik kanan My computer kemudian pilih Properties, atau buka control panel lalu pilih System, kemudian klik tab Hardware lalu Device Manager 
  1. Kemudian pastikan pada “IDE ATA/ATAPI Controller” set drivernya menjadi “Standard Dual Channel PCI IDE Controller”. dan pada “System Devices” pastikan menggunakan “PCI bus”, “PCI standard host CPU bridge” dan “PCI standard ISA bridge”
  1. Shutdown/matikan komputernya dan harddisknya siap untuk dipindah/kloning ke komputer lain.