Selasa, 09 September 2014

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif)

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif)

Upaya pencegahan dari pemakaian NAPZA terus dilakukan berbagai pihak, tidak terkecuali Kementrian Pendidikan dan kebudayaan dalam pelajaran yang diajarkan di tingkat SMP sudah dimasukan materi tentang bahaya menggunakan Narkoba.
Berikut ini ulasan mengenai NAPZA 

Narkoba atau NAPZA adalah bahan/zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

A.Narkotika

Menurut UU RI No 22 / 1997, narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika terdiri dari 3 golongan sebagai berikut.
1) Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu akibatkan ketergantungan. Contoh: heroin, kokain, ganja.
2) Golongan II : narkotika yang berkhasiat sebagai pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : morfin, petidin.
3) Golongan III : narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengem bangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : codein

B. Psikotropika

Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan seperti di bawah ini.
1) Golongan I : psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Contoh : ekstasi.
2) Golongan II : psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : amphetamine.
3) Golongan III : psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : ahenobarbital.
4) Golongan IV : psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).

C. Zat adiktif lain nya

Yang termasuk zat adiktif lainnya adalah : bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif di luar narkotika dan psikotropika, meliputi hal berikut.
1) minuman alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan
susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari –hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan narkotika atau psikotropika akan memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh manusia.
Ada 3 golongan minuman beralkohol :
(a) Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
(b) Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur ),
(c) Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % (Whisky, Vodca, Manson House, Johny walker)
2) Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : lem, tiner, penghapus cat kuku, bensin.
3) Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat,pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk
penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.
4) Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan.
a) Golongan depresan ( downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. contohnya: Opioda (morfin, heroin, codein ), sedative (penenang), Hipnotik (obat tidur)
dan tranquilizer (anti cemas ).
b) Golongan stimulan ( upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini membuat pemakainya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: amphetamine (shabu, ekstasi), kokain.
c) Golongan halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: kanabis

D. Penyalahgunaan NAPZA :

Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan seperti berikut ini .
1) Opiada, terdapat 3 golongan besar :
a) Opioda alamiah ( Opiat ) : morfin, opium, codein.
b) Opioda semisintetik : heroin / putauw, hidromorfin.
c) Opioda sintetik : Metadon.

Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. morfin, codein, methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada operasi, penderita kangker.Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga
tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.
2) Kokain :
Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau.
Penggunaan dengan cara dihirup akan berisiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, hilangannya nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3) Kanabis :
Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari tanaman canabis sativa atau canabis indica. Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan (euphoria), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitife, kering pada mulut dan tenggorokan.
4) Amphetamine :
Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis amphetamine :
a) MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ). Nama jalanan : Inex, xtc. Dikemas dal bentuk tablet dan kapsul.
b) Metamphetamine ice Nama jalanan : SHABU, SS, ice. Cara penggunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus
(boong).
5) LSD ( Lysergic Acid ).
Termasuk dalam golongan halusinogen. Nama jalanan : acid, trips, tabs kertas. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. Cara penggunaan : meletakkan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam. Efek rasa: terjadi
halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunanya paranoid.
6) Sedatif – hipnotik ( benzodiazepin ):
Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). Nama jalanan: benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikkan, atau dimasukan lewat anus. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.
7) Solvent / inhalasi :
Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : aerosol, lem, isi korek api gas, tiner, cairan untuk dry cleaning, Uap bensin. Biasanya digunakan untuk cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.

8) Alkohol :
Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi-umbian yang mengahasilkan kadar alcohol tidak lebih dari 15 %. Setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %. Nama jalanan : booze, drink. Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan menurunkan kesadaran

E.Penyalahgunaan dan Ketergantungan

Penyalahgunaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur di luar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.KetergaNtungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi
atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).
1. Penyebab Penyalahgunaan NAPZA

a. Faktor individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada masa ini sedang mengalami perubahan biologis, psikologis maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA adalah sebagai berikut.
a) Cenderung memberontak
b) Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
c) Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
d) Kurang percaya diri
e) Mudah kecewa, agresif dan destruktif
f) Murung, pemalu, pendiam
g) Merasa bosan dan jenuh
h) Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
i) Keinginan untuk mencoba yang sedang mode
j) Identitas diri kabur
k) Kemampuan komunikasi yang rendah
l) Putus sekolah
m) Kurang menghayati iman dan kepercayaan.
b. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar
rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.
1) Lingkungan keluarga : a) Komunikasi orang tua dan anak kurang baik, b) Hubungan kurang harmonis, c) Orang tua yang bercerai, kawin lagi, d) Orang tua terlampau sibuk, acuh, e) Orang tua otoriter,
 f) Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya, g) Kurangnya landasan beragama,
2) Lingkungan sekolah : a) Sekolah yang kurang disiplin, b) Sekolah terletak dekat tempat hiburan,
 c) Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif, d) Adanya murid pengguna NAPZA.
3) Lingkungan teman sebaya: a) Berteman dengan penyalahguna, b) Tekanan atau ancaman dari teman.
4) Lingkungan masyrakat/sosial : a) Lemahnya penegak hukum, situasi politik, b) sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.

Faktor – faktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor di atas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.

2. Gejala Klinis Penyalahgunaan NAPZA

a) Perubahan Fisik
a) Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis (acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
b) Bila terjadi kelebihan dosis ( overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
c) Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
d) Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
b) Perubahan Sikap dan Perilaku
a) Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggungjawab.
b) Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
c) Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
d) Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghindar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
e) Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
f) Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.
g) Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.

3. Pengaruh Penyalahgunaan NAPZA

NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :
1) Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama.
a) Otak dan susunan saraf pusat : (a) gangguan daya ingat, (b) gangguan perhatian /konsentrasi,
 (c) gangguan bertindak rasional, (d) gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi, (e) gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja, ( f) gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik/buruk,
b) Pada saluran nafas : dapat terjadi radang paru ( bronchopnemonia ), pembengkakan paru (Oedema Paru)
c) Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembulu darah jantung.
d) Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.
e) Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV/AIDS. Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Juga Pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV/AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.
f) Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
g) Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
h) Komplikasi pada kehamilan
i) Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
j) Kandungan: abortus, keracunan, kehamilan, bayi lahir mati
k) Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.

2) Dampak Sosial :
a) Di Lingkungan Keluarga : Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung, Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. Perilaku menyimpang/asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga, Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan. Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.
b) Di Lingkungan Sekolah : Merusak disiplin dan motivasi belajar, meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar, mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan di antara sesama teman sebaya.
c) Di Lingkungan Masyarakat : tercipta pasar gelap antara pengedar dan Bandar yang mencari pengguna/mangsanya, pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan, meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarakat menjadi resah, meningkatnya kecelakaan.

Keinginan untuk mencoba Narkoba adalah salah satu pintu masuk yang mengakibatkan kecanduan.  Sesudah mencobanya, obat tersebut akan meracuni darah pemakainya. Makin sering dipakai, maka tubuh orang itu akan makin membutuhkannya sehingga mengakibatkan ketergantungan. Bila sudah terjadi ketergantungan tubuh pemakai menuntut peningkatan dosis. Jika pemakai menghentikan secara tiba-tiba, maka ia akan menderita secara psikis dan fisik (sakau).  Pada saat ini ia sudah menjadi pecandu.

Kita tidak munkin dapat belajar, bekerja, bermain atau melakukan berbagai kegiatan jika tubuh dan jiwa sudah dirusak oleh obat-obatan berbahaya masa depan kita akan hancur.
Tubuh dan jiwa kita merupakan anugrah Tuhan, dan harus kita syukuri. Cara kita mengucap syukur kepada Tuhan adalah dengan menjagadan memelihara tubuh dan jiwa kita.  Kita harus bertanggung jawab dan memelihara tubuh dan jiwa kita agar tetap sehat bugar dan bertumbuh dengan baik.  Menjauhkan diri dari penyalagunaan obat-obatan berbahaya adalah salah satu wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri, sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap masyarakat, khususnya keluarga dan lingkungan sekitar tempat kita hidup. Kita akan rugi jika lalai, bahkan tidak peduli pada keadaan tubuh dan jiwa kita.



 Oleh : Jhoni Lagunsiang

Berita Tabloid bnn Edisi 72 Tahun ke7 Agustus-september (Maluku Utara)

Siswa-Siswi Se Oba Utara Memperingati Hari jadi Pramuka ke 53





Sofifi, bnn
Menyambut hari jadi pramuka ke 53 tanggal 14 Agustus 2014 Gerakan Pramuka Dewan Kerja Ranting Oba Utara melaksanakan perkemahan yang di ikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Sofifi (Ibu kota Provinsi Maluku Utara) kegiatan ini di buka oleh Camat Oba Utara Hussin Abas dengan mengambil tema satu pramuka untuk satu Indonesia, Pramuka penyelamat Generasi Oba Utara”.  Kegiatan perkemahan yang berlansung selama 4 hari tersebut yang di mulai tanggal 13-16 Agustus 2014 di isi dengan berbagai kegiatan diantaranya Pentas seni budaya, satuan karya pramuka, karnaval dan berbagai permainan Pramuka.  Pantauan bnn di lokasi perkemahan peserta perkemahan sangat antusias mengikuti kegiatan ini walaupun cuaca kurang mendukung namun mereka tetap semangat mengikuti setiap kegiatan.  Ketua Dewan kerja gerakan Pramuka ranting Oba Utara  Sunardi Hamid kepada bnn mengatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan bisa membangun genarasi muda di daerah sofifi dan melalui kegiatan ini pula dapat membangun sikap, mental, dan moral generasi muda sofifi dalam menghadapi globalilasi.  sunardi berterima kasih kepada seluruh sekolah yang sudah berpartisipiasi dalam acara perkemahan ini.
Bapak  Yahya Abd. Rasid, S.Pd Pembina Pramuka  SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan kepada bnn mengatakan  kurikulum 2013 yang diberlakukan secara serentak tahun ini menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di tiap sekolah karenanya setiap sekolah harus terlibat dalam kegiatan pramuka dan setiap sekolah perlu memasukan anggaran kegiatan pramuka dalam RAPBS sekolah agar bilamana ada kegiatan tidak repot-repot untuk mencari uang.  Yahya menekankan pentingnya membangun sikap dan mental generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta pesatnya perkembangan.  Revitalisasi gerakan Pramuka diarahkan untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar Bangsa Indonesia yaitu Undang-undang Dasar 1945, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Ia menjelaskan Gerakan Pramuka memiliki peluang besar dalam mengatasi permasalahan  generasi muda sofifi  misalnya, kekerasan seksual, penggunaan obat-obatan terlarang, tawuran antar pelajar dan desa, tindakan kriminal dan lain sebagainya.
Oleh : Jhoni Lagunsiang


berita Tabloid bnn edisi 72 tahun ke 7 (berita maluku Utara)

UPACARA HUT RI KE 69 PROPINSI MALUT TAHUN 2014




Sofifi bnn,
Upacara peringatan detik-detik Proglamasi dimulai pukul 10.00 WIT ditandai dengan pengibaran bendera, pembacaan teks proglamasi, dan rangkaian acara lainnya. Gubernur Maluku Utara Bapak KH. Abdul Gani Kasuba, Lc Bertindak selaku Inspektur Upacara.
Terpilih sebagai komandan pasukan paskibraka, IPDA Mochammad Ade Rizki Fitriawan, S.ik yang sehari-harinya bertugas sebagai Danton I, Kompi 4 Markas komando detasemen A Pelopor Puncak Gosale Sofifi merupakan lulusan AKPOL tahun 2012
Paskibraka yang bertugas dalam upacara pengibaran bendera merah putih yaitu tim Nuku dengan pembawa baki Salawati Aprilia Ridwan (siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate). Sementara pengibar bendera, diantaranya pembawa bendera M.Irvan Windano Yasin ( siswa SMA  Tidore) dan pembentang Ramadan Paat (siswa SMAN1 kota Ternate)
Upacara peringatan Hut RI ke 69 dilapangan Guraping Kec.Oba Utara dihadiri oleh hanya 4 orang anggota DPRD, Kepala-kepala Dinas beserta pejabat lainya. Ketika ditanya mengapa hanya 4 orang anggota DPRD Propinsi Malut yang hadir gubernur menjelaskan bahwa mungkin hari-hari berkabung bagi mereka, mungkin ada yang terpilih, ada yang tidak terpilih, dan mungkin sedang berpikir mencari pekerjaan lain, mungkin situasi mereka seperti itu sehingga mereka tidak bisa menghadiri acara hari ini.
Pada sore hari dilakukan Upacara penurunan bendera yang bertindak sebagai komandan pasukan LETDA INF Rehan Pramusputra yang sehari-harinya bertugas sebagai Danton 3 Kipan B Akelamo, Jailolo Halbar. Merupakan lulusan AKMIL 2013.
Paskibraka yang bertugas dalam upacara penurunan bendera yaitu tim Babullah dengan pembawa baki Suaresky P.Suartono Ridwan (siswa SMA Negeri 5 Tikep). pembawa bendera Julkar Karim ( siswa SMAN 2 Kota Ternate) dan pembentang Faisal T.Going (siswa Madrasah AL-Khairat Labuha, Halsel). Dan pada malam hari Gubernur melangsungkan jamuan makan di kediaman Gubernur puncak Gosale Sofifi untuk menyambut peringatan 69 tahun proklamasi RI.


Oleh: Jhoni Lagunsiang

Tabloid bnn Edisi 70 Tahun ke 7 ( berita Maluku Utara)

JALAN DI KABUPATEN HALMAHERA BARAT DI ABAIKAN PEMKAB







Halmahera Barat, bnn
Festifal teluk jailolo (FTJ) ke 6 yang merupakan ajang promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Halmahera Barat baru saja berakhir pada Bulan Mei kemarin  Namun masih menyisahkan banyak masalah di tengah masyarakat.  Masyarakat menilai bahwa kegiatan ini tidak tepat dilakukan karena:
1.       Akses ketempat-tempat wisata jalannya rusak parah
2.       Minimya infrastruktur yang memadai
3.       Transportasi yang masih kurang dan sangat mahal
Hal tersebut terlihat dengan tingginya inflasi dan rendahnya pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Halmahera Barat. “ sebernanya Pemkab  Halmahera Barat Harus fokus pada kegiatan yang belum tuntas  seperti masalah  infrastruktur jalan dan infrastruktur pendukung lainya “ Ucap Yunus Warga Kab. Halbar.
Mayoritas masyarakat Kab. Halmahera Barat adalah petani dan nelayan,  mereka membutuhkan infrastruktur dan sarana transportasi yang baik untuk mendistribusikan hasil kebun dan hasil tangkapan ikan., faktanya di Kabupaten Halmahera Barat  masih banyak jalan yang rusak  seperti pantauan bnn jalan di kecamatan ibu-loloda, desa Tataleka Kecamatan Jailolo Selatan, dan jalan desa Gamtala sampai Desa Idamdehe Kec. Jailolo rusak berat, bahkan jalan tersebut sudah 10 tahun belum pernah diperbaiki sehingga membuat masyarakat sulit untuk mendistribusikan hasil kebun dan hasil tangkapan ikan .  jalan yang rusak umumnya jalan produksi bahkan masih banyak jalan ke sentra produksi yang belum terbuka ditambah masalah transportasi yang belum memadai. Bukan  hanya masalah jalan yang belum memadai  namun pantauan bnn di pasar Akelamo Kec. Sahu Timur  kondisinya juga sangat memprihatinkan. Padahal pasar ini merupakan pasar baru dan banyak masyarakat yang berjualan di pasar tersebut.
Informasi yang di terima bnn menyebutkan bahwa pemda  Halbar terus berupaya memperbaiki jalan yang rusak tersebut sehingga pada tahun 2014 ini Pemkab mengalokasikan Rp 1,6 miliar untuk peningkatan jalan dari tahap Lampen ke Hotmix.
Total volume jalan lingkar Halbar 600 KM. dari jumlah tersebut ada 420 Km yang sudah diusulkan untuk ditingkatkan menjadi status jalan Nasional yang sementara diproses.
Namun faktanya  Masih banyak jalan yang rusak dan kelihatannya tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.
Masyarakat menginginkan agar pemerintah kabupaten Halmahera Barat jangan hanya menghabiskan uang untuk kegiatan Festival Teluk Jailolo yang setiap Tahunnya menghadirkan artis-artis ibu kota dengan anggaran yang sangat banyak, , namun perbaikan dan pembenahan ifrastruktur  mutlak dilakukan demi kenyamanan beraktifitas Masyarakat Kab. Halbar.

Oleh :  Jhoni Lagunsiang    ( Ojon ) 

Tabloid bnn Edisi 69 ( Berita Maluku Utara)

SISWA KELAS 1 SD DI PERKOSA SISWA SMA KELAS XI


Pelecehan seksual yang dialami beberapa orang anak TK  JIS (Jakarta internasional School) beberapa waktu yang lalu belum hilang dari ingatan kita, kali ini peristiwa tersebut kembali terjadi pada seorang anak 6 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SDN  Beringin Desa Selamalofo Kec. Oba Selatan   Kota Tidore Kepulauan sebut saja “melati” (nama samaran).  Dan lebih bejat lagi kejadian tersebut dilakukan oleh seorang siswa SMA  Kelas XI yang merupakan kerabat dekat korban.  Menurut salah seorang guru SMA Perkasa tempat pelaku bersekolah yang  sempat kami wawancarai namun tidak mau di sebutkan namanya, pelaku pemerkosaan yang bernama Rigi Horugane merupaka siswa yang sangat pendiam di kelasnya “ saya tidak menyangka kalau dia melakukan hal tersebut” tutur guru tersebut.  
Kejadian naas tersebut terjadi pada hari kamis  8 Mei 2014 sekitar pukul 11.00 Wit saat itu korban baru pulang sekolah dan kedua orang tuanya sedang pergi ke kebun.  Pada saat korban hendak mengganti pakaian pelaku ikut masuk kedalam kamar dan terjadilah kejadian yang tidak diduga tersebut, tanpa disadari oleh pelaku ternyata ibu korban yang baru pulang dari kebun memergoki perbuatan bejatnya, karena terkejut melihat ibu korban, pelaku langsung lari meninggalkan rumah rumah tersebut. 
Setelah kami konfirmasi ke keluarga korban, orang tua korban mengungkapkan kejadian tersebut sebernanya sudah pernah terjadi pada kakak korban yang sekarang duduk di bangku kelas IV SD namun karena pelaku masih merupakan kerabat dekat  mereka mendiamkan hal tersebut.  Wartawan bnn sempat mewawancarai Guru SD tempat korban bersekolah, menurut keterangan Pak guru Melkiyanus, korban mengutarakan bahwa pada saat pulang sekolah saat mau menganti pakaian pelaku masuk ke dalam kamar membawa biskuit (kue) dan merayu korban untuk melakukan perbuatan bejat tersebut. Dan menurut pengakuan pelaku kejadian tersebut sudah dua kali ia alami namun ia takut memberitahukannya kepada orang tua, karena korban sering mengancam.
Orang tua korban sudah melapor ke Pos Polisi Kecamatan Oba Selatan pada hari kamis 8 Mei 2014 namun sampai berita ini di tulis, belum ada tindakan dari pihak kepolisian  menurut mereka nanti menunggu Penyidik dari Polres Tidore untuk menangani masalah tersebut.  Sehingga membuat orang tua korban bertanya-tanya tentang kinerja Kepolisian di Pos Polisi Kec. Oba Selatan, karena sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran di Desa tersebut.  Harapan orang tua korban pihak kepolisian segera menangani masalah ini agar masalah ini cepat selesai dan pelaku di jatuhi hukuman yang setimpal agar memberikan efek jerah bagi yang lain yang ingin coba-coba melakukan hal bejat tersebut.

Oleh :  Jhoni Lagunsiang,