Minggu, 12 Juni 2016

MODUL MICROSOFT OFFICE WORD 2013

MICROSOFT OFFICE 2013
















1.  PENDAHULUAN
Sejauh ini kita sudah sedikit banyak mengenal tentang yang namanya Microsoft Office, diantaranya adalah Microsoft Office XP, Microsoft Office 2003, Microsoft Office 2007, dan terakhir yang terbaru kita kenal adalah Microsoft Office 2010. Namun, seiring berjalannya waktu dan zaman yang semakin modern, muncullah Salah satu produk baru dari Microsoft adalah Office 2013, penerus dari Office 2010. Di sini kita akan membahas sedikit tentang Microsoft Office 2013.

2.  APAKAH MICROSOFT OFFICE 2013?
Microsoft Office 2013 yang sebelumnya adalah Office 15 adalah versi terbaru dari
produk Microsoft Office suite untuk Microsoft Windows dan penerus dari Microsoft
Office 2010. Office 2013 menyertakan berkas diperpanjang dukungan format, user
interface update, dan dukungan untuk sentuhan. Office 2013 cocok untuk sistem IA-
32 dan x64 yang  memerlukan Windows 7 , Windows Server 2008 R2 atau versi yang
lebih baru dari itu. Office versi 2013 datang disertakan pada perangkat Windows RT.

3.  BAGAIMANA MICROSOFT OFFICE 2013 BEKERJA?

Office 2013 lebih "berbasis cloud" dari versi sebelumnya. Hal yang terkenal
sebagai lokasi default save adalah pengguna SkyDrive. Juga, Microsoft menawarkan
Office 2013 sampai Office 365 langganan sebagai model harga alternatif untuk versi ritel
standar.

Microsoft Office 2013 termasuk dukungan yang diperbarui untuk ISO / IEC 29500,
versi  Standar  Internasional  Office  Open  XML (OOXML)  format  file:  khususnya
mendukung tabungan dalam profil "Ketat" ISO / IEC 29500  (Office Open XML
Ketat). [27]. Ini juga mendukung versi 1.2 OASIS dari ISO / IEC 26300:2006, Document
Format Terbuka, yang Office 2013 bisa membaca dan menulis. Selain itu, Office 2013
menyediakan fasilitas untuk  membaca penuh, menulis, dan mengedit dukungan untuk ISO
32000 (PDF).

Untuk mendapatkan modul lengkap silahkan Klik DISINI 

Selasa, 31 Mei 2016

KUMPULAN TEMA POWER POINT

Apa itu tema Power Point

Untuk memberikan tampilan desain-kualitas presentasi Anda - tampilan yang menyertakan satu atau beberapa tata letak slide dengan mengkoordinasikan warna, latar belakang yang cocok, font, dan efek, Anda akan ingin menerapkan sebuah tema. Tema juga akan diterapkan ke tabel, grafik SmartArt, bentuk, atau bagan di slide Anda.

Di PowerPoint 2010, ada beberapa tema bawaan, dan Anda memiliki opsi tak terbatas untuk mengkustomisasi mereka.

Galeri Tema bawaan yang bisa Anda gunakan sebagai-adalah atau mengkustomisasi (juga memperlihatkan tema kustom) lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan Anda


Anda bisa menggunakan dan berbagi tema antara semua mendukung tema program Office, seperti Word, Excel, Outlook, dan PowerPoint. Misalnya, Anda bisa menyimpan tema yang Anda buat atau dikustomisasi di PowerPoint, dan lalu Terapkan ke dokumen Word 2010 atau lembar kerja Excel 2010. Demikian, semua dokumen bisnis yang terkait Anda memiliki tampilan dan nuansa serupa.


Anda bisa menggunakan dan berbagi tema antara semua mendukung tema program Office, seperti Word, Excel, Outlook, dan PowerPoint. Misalnya, Anda bisa menyimpan tema yang Anda buat atau dikustomisasi di PowerPoint, dan lalu Terapkan ke dokumen Word 2010 atau lembar kerja Excel 2010. Demikian, semua dokumen bisnis yang terkait Anda memiliki tampilan dan nuansa serupa.

Bagi anda yang membutuhkan Tema Power Point Silahkan Di Download DISINI. Gratis Untuk anda..hanya di jhonilagunsiang.blogspot.co.id

Senin, 30 Mei 2016

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2015



jhonilagunsiang.blogspot.co.id


                                                      SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2015
TENTANG
PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK DAN SATUAN PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang  :   a.  bahwa pengaturan mengenai penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk pelaksanaan kurikulum 2013 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 104 Tahun 2014 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan hasil belajar peserta didik;
b.  bahwa belum ada Peraturan Menteri yang mengatur tentang penilaian   hasil   belajar   oleh   satuan   pendidikan   untuk pelaksanaan kurikulum 2013;
c.   bahwa belum ada Peraturan Menteri yang mengatur tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidikan untuk pelaksanaan kurikulum 2006.
d.  bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan 
Menengah; 

 lebih lengkapnya KLIK DISINI

Minggu, 29 Mei 2016

HASIL REVISI KURIKULUM 2013

Hasil Revisi Kurikulum 2013 edisi final 2016, Revisi K13 ini diyakini sudah final.
Sistem Penilaian dalam Kurikulum 2013 akan mengalami perubahan kembali, dari sistem satuan (1 - 4) dikembalikan menjadi puluhan (0 - 100) seperti pada sistem sebelumnya. Ini disebabkan karena banyaknya aduan dari Orang Tua Wali murid yang sulit mengerti dengan sistem Penilaian yang dilakukan seperti di Perguruan Tinggi.

Beberapa Perubahan Penilaian dalam K13 yang akan diterapkan dalam tahun ini antara lain :

Penilaian Sikap
Ketuntasan Belajar
Mekanisme dan Prosedur
Pengolahan
Laporan Hasil Belajar
Konsep Penilaian
Tujuan penilaian:
Formatif(membentuk karakter dan perilaku, menjadikan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat); diagnostik(melihat perkembangan peserta didik dan feedback-koreksi pembelajaran), dan mengukur achievement/capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran
Ranah yang dinilai:

Pengetahuan
Keterampilan dan
Sikap dan perilaku (attitude and behavior pembiasaan dan pembudayaan)

Proses penilaian: lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian

Penilaian yang dilakukan tidak hanya penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), melainkan juga penilaian untuk pembelajaran (assessmet for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Penilaian Untuk, Sebagai dan Atas Pembelajaran
Pengertian Penilaian Autentik
Penilaian Autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya

Tujuan Penilaian Authentic
Menjadikan siswa pembelajar yang berhasil menguasai pengetahuan
Melatih ketrampilan siswa menggunakan pengetahuannya dalam konteks kehidupannya
Memberi kesempatan siswa menyelesaikan masalah nyata
Prinsip Penilaian
Mendorong siswa berpikir krirtis dan menerapkan pengetahuan
Mengukur capaian kompetensi siswa
Penilaian berdasar kriteria (criterion-referenced)
Berkelanjutan, untuk perbaikan dan peningkatan
Analisa untuk tindak lanjut pembelajaran
Sesuai pengalaman belajar siswa
Prinsip Khusus Penilaian Authentic
Materi penilaian dikembangkan dari kurikulum.
Bersifat lintas muatan atau mata pelajaran.
Berkaitan dengan kemampuan peserta didik.
Berbasis kinerja peserta didik.
Memotivasi belajar peserta didik.
Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik.
Memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya.
Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Mengembangkan kemampuan berpikir divergen.
Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.
Menghendaki balikan yang segera dan terus menerus.
Menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata.
Terkait dengan dunia kerja.
Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata.
Menggunakan berbagai cara dan instrumen.
Tujuan Penilaian 
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik bertujuan untuk:
Formatif (membentuk karakter dan perilaku, menjadikan pembelajar sepanjang hayat – to drive learning, terampil),
Diagnostik (melihat perkembangan siswa dan feedback-koreksi pembelajaran), serta
Achievement (mengukur capaian agar dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran

Prinsip-prinsip Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilakukan terhadap penguasaan tingkat kompetensi sebagai capaian pembelajaran. Jadi bukan KOMPETISI
Penilaian kompetensi merupakan penilaian DISKRIT bukan KONTINU
Penilaian DISKRIT pada skala 0 – 100
Penilaian dalam bentuk deskripsi dengan klasisfikasi: tidak/atau kurang kompeten, cukup kompeten, kompeten, sangat kompeten

Kriteria Ketuntasan
Penilaian berdasarkan Acuan Kriteria: penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.
Ketuntasan kompetensi sikap dalam bentuk deskripsi minimal Baik.
Skor rerata untuk ketuntasan kompetensi pengetahuan ditetapkan minimal 60.
Capaian optimum untuk ketuntasan kompetensi keterampilan ditetapkan minimal 60.
Sekolah dapat menentukan batas ketuntasan diatas standar dengan mempertimbangkan aspek-aspek tertentu sesuai dengan karakteristik dan potensi sekolah
Nilai pengetahuan dan keterampilan menggunakan angka 0 - 100. (tanpa dilengkapi dengan predikat D-A )
Penyempurnaan pada Penilaian Kelas

Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan observasi yang dituangkan dalam catatan guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas yang berupa catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record), dan informasi lain yang valid dan relevan.

Dalam pelaksanaan penilaian sikap diasumsikan setiap peserta didik memiliki perilaku yang baik, sehingga jika tidak dijumpai perilaku yang sangat baik atau kurang baik maka nilai sikap peserta didik tersebut dianggap sesuai dengan indikator yang diharapkan.

Penilaian diri dan penilaian antar teman dapat dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter siswa, sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu alat konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.

Penilaian Sikap

Penilaian Sikap adalah penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran, di dalam kelas, dan di luar kelas untuk menumbuhkembangkan sikap, perilaku dan karakter setiap peserta didik.
Penilaian sikap Spiritual dilakukan dalam rangka membentuk sikap siswa agar mampu menghargai, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Penilaian sikap Sosial dilakukan utk membentuk sikap sosial siswa yang mampu menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam dimana mereka berada

ALUR PENILAIAN SIKAP
Langkah-langkah membuat rekapitulasi penilaian kompetensi sikap selama satu semester:

Guru MP, wali kls, dan BK melakukan penilaian sikap selama pembelajaran melalui pengamatan dengan mencatat setiap kejadian yang menonjol
Catatan hasil pengamatan sikap yang dilakukan oleh guru MP , wali kls, dan BK serta hasil catatan penilaian diri dan antar teman dikelompokkan ke dalam kompetensi sikap spiritual dan kompetensi 
sikap sosial.
Buat deskripsi pada kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial yang sesuai dengan pencapaian peserta didik berdasarkan catatan observasi.
Deskripsi pada kompetensi sikap ditulis dengan kalimat positif berdasarkan kumpulan hasil observasi (catatan) aspek yang menonjol.
Deskripsi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial yang belum mencapai kriteria (indikator) dideskripsikan sebagai aspek yang perlu pembimbingan.
Deskripsi sikap setiap siswa oleh guru MP diserahkan ke wali kelas
Wali kelas mengolah deskripsi setiap siswa asuhnya untuk menjadi deskripsi sikap akhir
Wali kelas menulis deskripsi sikap setiap siswa pada rapor