Jumat, 22 September 2017

Cara Membuat Anotasi Buku

Anotasi adalah cara yang bagus untuk merapikan isi buku yang Anda baca sehingga Anda bisa kembali mengeceknya dan dengan cepat kembali mengingat konsep umum, plot, dan tema buku. Membubuhkan anotasi selama Anda sedang membaca juga membantu; Anda bisa mengembangkan pemahaman lebih mendalam tentang buku tersebut, baik fiksi maupun non-fiksi.
1.   Persiapan sebelum Membaca
Baca kover depan dan belakang buku, termasuk teks yang ada di baliknya.Dengan begitu, Anda memperoleh informasi tentang penulis dan buku yang ditulisnya sehingga lebih siap menghadapi apa pun yang akan Anda baca.
  • Baca profil penulis, kalau ada.
  • Cek adanya daftar istilah, peta, atau informasi tambahan lainnya dalam buku, yang bisa jadi acuan selama Anda membaca
Baca ulasan atau ringkasan buku. Langkah ini membantu Anda mendekati buku dari sudut pandang tematis maupun analitis sedari awal. Tentukan signifikansi politis, sosial, dan historis buku tersebut sebagaimana yang ditentukan oleh pengulas dan pembaca lainnya.
  • Kalau yang Anda baca adalah novel fiksi, pastikan ringkasan yang Anda cari tidak membocorkan keseluruhan cerita. Biasanya pengulas menyebutkan semacam “peringatan bocoran” atau “spoiler alert” dalam ulasannya.
Tentukan tujuan. Kalau Anda membaca sebuah buku karena ditugaskan oleh sekolah atau kampus, misalnya, ulas silabus dan/atau tugas yang telah diberikan. Ulas dan simpan baik-baik daftar pertanyaan atau kosakata yang Anda peroleh dari guru atau dosen. Kalau Anda membaca buku untuk hiburan, pikirkan, kenapa buku itu memikat Anda? Apa yang Anda harapkan dari bacaan itu?
Hadapi buku dengan pikiran terbuka. Ingat, banyak penulis sengaja membiarkan karyanya terbuka untuk interpretasi. Terimalah informasi latar belakang yang Anda terima itu dengan skeptisisme. Jangan menelannya mentah-mentah. Apalagi kalau Anda membaca karya fiksi; tidak semua karya fiksi mengandung “jawaban” atau “makna” definitif.
  • Berpikiran terbuka membantu Anda mengenali elemen-elemen tertentu dalam buku yang tidak disadari orang lain, seperti simbol, referensi, dan lubang dalam plot. Buka mata Anda lebar-lebar!

2.  Membubuhkan Anotasi selama Membaca
Soroti informasi kunci. Termasuk antara lain tokoh, ide, peristiwa, dan/atau istilah penting. Gunakan Stabilo, pilih warna yang tidak mengganggu konsentrasi dan tidak terlalu gelap agar teks tetap mudah terbaca.
Kalau Stabilo yang Anda gunakan terlalu mengganggu konsentrasi, gunakan pulpen atau pensil untuk menggarisbawahi bagian teks yang penting
Dengan tanda kurung, tandai paragraf atau bagian yang penting. Kalau teks terlalu panjang untuk dicoret-coret dengan Stabilo atau pensil, bubuhkan tanda kurung di awal dan di akhir. Dengan begitu, Anda bisa menentukan bagian mana saja yang layak dikunjungi kembali dan dibaca ulang
Tulis catatan pada ruang kosong di sebelah teks. Begitu Anda bubuhkan Stabilo atau tanda kurung, segera tuliskan–dengan pulpen atau pensil–pentingnya bagian teks itu. Catatan itu bisa Anda letakkan di ruang kosong pada sisi kanan, kiri, atas, atau bawah teks. Alhasil, Anda bisa cepat mengingat alasan Anda menyoroti bagian tertentu itu tanpa perlu membaca ulang seluruh bab atau bagian.
Cari kata-kata yang Anda tidak ketahui maknanya di kamus. Siapkan kamus untuk mengecek makna kata atau istilah yang Anda belum pahami. Boleh juga definisinya Anda tuliskan di ruang kosong di sebelah teks. Pastinya membantu saat Anda membaca ulang buku itu.
  • Kalau ada komputer dan akses internet, Anda bisa meneliti istilah dan konsep yang belum Anda pahami.
Ringkas tiap bab atau bagian (opsional). Agar ingatan Anda tetap segar, ringkasan singkat yang diletakkan di penghujung tiap bab cukup membantu. Rangkum peristiwa, ide, dan konsep penting yang dibahas penulis dalam bab tersebut.
3.  Penyelesaian setelah Membaca
Segera selesaikan tugas. Kalau Anda membaca buku lantaran ditugaskan mengerjakan PR atau menulis sebuah esai, kerjakan tugas itu segera setelah Anda selesai membaca buku sehingga isi buku masih segar dalam ingatan Anda.
Ulas catatan. Anda bisa membaca sepintas lalu seluruh isi buku, bab per bab, untuk menyegarkan ingatan. Baca bagian-bagian yang telah Anda soroti dan catatan pendamping yang telah Anda bubuhkan di sebelah teks.
Tinjau atau tambahkan hal-hal yang mungkin terlewatkan. Bawalah buku itu saat Anda mengikuti diskusi di kelas. Kalau ternyata Anda keliru memahami isi buku dan membubuhkan catatan yang tidak tepat, segera perbaiki catatan itu agar kelak Anda tidak bingung.
4.  Tips
  • Baca buku lebih lambat dari biasanya. Jangan sampai Anda lewatkan pokok atau ide kunci. Kalau perlu, baca ulang apa yang Anda baru saja baca agar otak Anda menyimpan informasi itu lebih lama.
  • Temukan lokasi yang sepi untuk membaca. Membaca di depan TV atau ditemani musik nyaring bisa mengganggu konsentrasi, dan Anda bisa-bisa melewatkan elemen-elemen penting dalam buku.
  • Agar buku tidak terlihat terlalu sesak, Anda bisa menulis catatan panjang di selembar kertas terpisah. Tapi, ingat, simpan catatan itu di tempat yang benar agar Anda tidak lupa atau menghilangkannya.
  • Baca catatan kaki yang tercantum dalam buku, kalau ada.
  • Catat legenda, misalnya, kalau Anda menyoroti teks dengan beragam warna Stabilo. Tulis makna untuk tiap warna, misalnya biru melambangkan pokok utama.

Contoh Anotasi Buku:
Judul Buku      : KURIKULUM dan PEMBELAJARAN
Penulis             : Dr. Oemar Hamalik
Penerbit           : PT Bumi Aksara
Tahun terbit     : November 2008
Cetakan           : Ed. 1, Cet. Kedelapan
Tebal               : x + 184 halaman
ISBN               : 979-526-232-7

ISI YANG PENTING/MENARIK
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di masa yag akan datang (UUR.1. No. 2 Tahun 1989, Bab 1, Pasal 1). Fungsi Pendidikan adalah menyiapkan peserta didik. “Menyiapkan” diartikan bahwa peserta didik pada hakikatnya belum siap, tetapi perlu disiapkan dan sedang menyiapkan dirinya sendiri. Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran. Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Kurikulum sebagai Rencana Pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. Kurikulum sebagai Pengalaman  Belajar. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya yang agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun melalui unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.
BAHASA PENGARANG
Bahasa yang digunakan oleh pengarang yaitu sangat komunikatif sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca sehingga pesan yang terkandung dalam buku ini bisa tersampaikan ke pembaca dengan baik.
KEUNGGULAN
Keunggulan dari buku ini adalah mampu memberikan sebuah mengenai makna pendidikan beserta isi yang ada di dalamnya seperti salah satunya yaitu kurikulum dan proses pembelajaran yang berlangsung. Karena pada hakikatnya pendidikan tidak lepas dari apa yang namanya kurikulum.
KELEMAHAN
Kelemahan dari buku ini sendiri adalah kurang memberikan sebuah pemahaman bagi pembaca, khususnya bagi pemula sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam buku ini atau oleh pengarang kurang tersampaikan pada pembaca.
KESIMPULAN
Buku ini layak untuk dibaca karena di dalamnya mengandung unsur pendidikan, dimana kita akan paham mengenai makna sebuah pendidikan. Karena pada hakikatnya setiap orang harus berpendidikan agar mereka tidak dianggap remeh dan akan selalu dihormati dimanapun mereka berada. Kurikulum dan Pembelajaran ini penting karena memberikan informasi apa itu kurikulum serta apa itu pembelajaran sehingga kita bisa mengetahuinya lebih dalam dari buku ini.

Rabu, 20 September 2017

Apa Itu Vidio Scribe ?

Untuk yang belum tahu apa itu Sparkol Vidio Scribe berikut berikut sedikit keterangannya

Dalam wikipedia disebutkan bahwa:
VideoScribe is software for creating whiteboard animations automatically. It was launched in 2012 by UK company Sparkol. By October 2013 it had more than 100,000 users.
Videoscribe adalah software yang bisa kita gunakan dalam membuat design animasi berlatar putih dengan sangat mudah. Software ini dikembangkan pada tahun 2012 oleh sparkol ( Salah satu perusahaan yang ada di Inggris ). Dan tepat setahun setelah dirilis dan dipublikasikan, software ini sudah mempunyai pengguna sebesar 100.000 orang lebih.
Mungkin sebagian teman-teman sudah mengetahui apa itu whiteboard animation? Yah whiteboard animation adalah media komunikasi yang dibuat oleh si pengirim kepada penerima tanda melalui simbol-simbol yang ada di whiteboard animation. Dengan adanya simbol-simbol seperti kata-kata, kalimat disertai gambar dan audiovisual akan membantu penerima tanda dengan mudah memahami apa yang hendak dipesankan oleh pengirim.
Untuk melihat contoh Whiteboard animation tidaklah begitu sulit. Karena videoscribe merupakan software multifungsi, yakni kegunaannya bisa dipakai untuk bermacam-macam. Dan sebelum saya menerangkan tentang kegunaannya, terlebih dahulu saya ingin tunjukan beberapa contoh whiteboard animation yang sering dijumpai dalam dunia internet.
Sebelum pengembang merampungkan hasil karyanya kepada publik maka terlebih dahulu ia mempunyai latar belakang kenapa ia harus membuat software tersebut bagi kalangan umum.
Sparkol dalam videoscribe mengatakan bahwa:
VideoScribe is a unique way to create engaging animated videos quickly and easily. You are empowered to bring impact to your message without technical or design knowledge.
Bagi orang yang belum tahu, untuk membuat whiteboard animation mungkin mengira bahwa dirinya harus pandai dalam hal design, photoshop, dreamweaver dan apapun itu yang berkaitan dengan animasi.
Untuk lebih jelas mengetahui kegunaan apa saja bila kita mencoba software ini adalah sebagai berikut :
  1. Videoscribe bisa digunakan untuk keperluan bisnis online. Ide marketing bisa diaplikasikan lewat videoscribe
  2. Videoscribe bisa digunakan untuk pendidik/Guru atau Dosen sebagai pengantar pembelajaran
  3. Videoscribe untuk presentasi keperluan anda.
  4. Menunjukan kemampDISINIuan berpikir dan mengkombinasikannya melewati video animasi.
  5. Dan masih banyak lagi eksperimen-eksperimen yang bisa kita gunakan dengan software ini

Pengertian Contoh Soal Mean Median Modus Kuartil, dan Desil, Rumus, Serta Cara Menghitung



1. Nilai Rata-rata / Rataan Hitung (Mean)


Masih ingatkah Anda cara menghitung rataan hitung? Misalnya, seorang guru mencatat hasil ulangan 10 orang siswanya, sebagai berikut.


6 5 5 7 7,5 8 6,5 5,5 6 9


Dari data tersebut, ia dapat menentukan nilai rataan hitung, yaitu :

Jadi, nilai rataan hitungnya adalah 6,55.


Secara umum, apabila nilai data kuantitatif tidak dikelompokkan dan dinyatakan oleh x1, x2, …, xn (terdapat n buah datum), nilai rataan hitung (mean) x ditentukan oleh rumus berikut.



Perhitungan nilai rataan hitung akan menjadi lain jika guru tersebut mencatat hasil ulangan 40 orang siswanya sebagai berikut:


3 orang mendapat nilai 4
4 orang mendapat nilai 5
6 orang mendapat nilai 5,5
8 orang mendapat nilai 6
7 orang mendapat nilai 7
10 orang mendapat nilai 8
2 orang mendapat nilai 9


Nilai rataan hitung siswa dapat dicari sebagai berikut:





Jadi, nilai rataan hitungnya adalah 6,5.


Secara umum, apabila nilai-nilai data kuantitatif dinyatakan dengan x1, x2, …, xn (terdapat n buah datum) dengan setiap nilai datum mempunyai frekuensi f1, f2, …, fn maka rataan hitung ( x ) ditentukan oleh rumus berikut.



Contoh Soal 1 :


Seorang peneliti mencatat banyak bayi yang lahir selama setahun di 20 kecamatan. Hasil pencatatannya disajikan berikut.


136 140 220193 130 158 242 127 184 213
200 131 111 160 217 281 242 242 281 192


a. Hitunglah rataan hitung (mean) data tersebut.
b. Tentukan jangkauan datanya.
c. Tentukanlah jangkauan antarkuartil.


Penyelesaian :


Untuk menyelesaikan soal ini, dapat digunakan dua cara, yaitu tanpa menggunakan kalkulator dan dengan menggunakan kalkulator.


• Tanpa kalkulator (dengan rumus):


• Dengan kalkulator (fx–3600 Pv), tahapan perhitungan sebagai berikut:


1)
kalkulator "ON"
2)
MODE 3 x program SD
3)
masukkan data
136
data
140
data






192
data
4)
tekan tombol x


x  =
190






Untuk kalkulator jenis lainnya, coba Anda cari informasi cara menghitung mean dengan kalkulator tersebut.


b. Jangkauan datanya adalah: J = xn – x1 = 281 – 111 = 170.
c. Setelah data diurutkan, diperoleh Q1 = 138 dan Q3 = 231.


Jangkauan antarkuartil adalah JK= Q3 – Q1 = 93.


Contoh Soal 2 :

Nilai rataan hitung (rata-rata) ujian matematika dari 38 orang siswa adalah 51. Jika nilai dari seorang siswa lain yang bernama Rahman digabungkan dengan kelompok itu maka nilai rataan hitung ujian matematika dari 39 orang siswa sekarang menjadi 52. Tentukanlah nilai yang diperoleh Rahman.


Diketahui:

Nilai rataan hitung 38 siswa adalah 51. Nilai rataan hitung 39 siswa adalah 52.

Ditanyakan:

Nilai ujian matematika yang diperoleh Rahman.

Pembahasan :

Misalkan,
xi = nilai ujian matematika dari siswa ke-i dengan i = 1, 2, ..., 38
x39 = nilai ujian matematika yang diperoleh Rahman

Dengan menggunakan rumus rataan hitung, berlaku :


Substitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) diperoleh :


Jadi, nilai ujian matematika yang diperoleh Rahman adalah 90.


Contoh Soal 3 :


Jika 30 siswa kelas XI A1 mempunyai nilai rata-rata 6,5; 25 siswa kelas XI A2 mempunyai nilai rata-rata 7; dan 20 siswa kelas XI A3 mempunyai nilai rata-rata 8, tentukan rata-rata nilai tujuh puluh lima siswa kelas XI tersebut.

Jawaban :


2. Menghitung Rataan Hitung dengan Menggunakan Rataan Hitung Sementara

Selain menggunakan rumus subbab1, rataan hitung dapat pula ditentukan dengan menggunakan rataan hitung sementara (xs). Untuk kumpulan data berukuran besar, biasanya rataan hitung ditentukan dengan menggunakan rataan hitung sementara sebab apabila dihitung dengan rumus di Subbab 1, perhitungannya akan rumit.

Langkah pertama dalam menentukan rataan hitung dengan menggunakan rataan hitung sementara adalah menentukan rataan sementara dari nilai tengah salah satu kelas interval. Kemudian, semua nilai tengah pada setiap kelas interval dikurangi rataan hitung sementara tersebut.

Setiap hasil pengurangan tersebut disebut simpangan terhadap rataan hitung sementara itu (di). Adapun rumus untuk mencari rataan hitung sementara adalah sebagai berikut.

Dalam hal ini,

fi = frekuensi kelas ke-i
xs = rataan hitung sementara
di = simpangan dari titik tengah kelas ke-i dengan rataan hitung sementara.


Contoh Soal 4 : (Soal Sipenmaru 1985)


Perhatikan data berikut.


nilai ujian
3
4
5
6
7
8
9
frekuensi
3
5
12
17
14
6
3


Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai ujiannya lebih tinggi dari nilai rata-rata dikurangi 1. Dari data di atas, yang lulus adalah :


Penyelesaian :




Siswa dinyatakan lulus jika nilainya lebih dari :

6,07 – 1 = 5,07.

Jadi, jumlah yang lulus adalah :

= 17 + 14 + 6 + 3 = 40 orang.


Contoh Soal 5 :


Tabel 1. menunjukkan hasil ulangan Fisika dari 71 siswa Kelas XI SMA Merdeka. 


Interval Kelas
Frekuensi
40 – 44
3
45 – 49
4
50 – 54
6
55 – 59
8
60 – 64
10
65 – 69
11
70 – 74
15
75 – 79
6
80 – 84
4
85 – 89
2
90 – 94
2

Tentukanlah rataan hitung dengan menggunakan rataan hitung sementara.

Jawaban :

Lengkapilah Tabel 1. dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Tentukan nilai tengah dari setiap kelas seperti berikut.


(batas bawah kelas + batas atas kelas) / 2


2. Pilih nilai tengah dari suatu kelas sebagai rataan sementara.

Misalnya, kita pilih rataan sementara adalah nilai tengah ke-6. Jadi, xs = (65 + 69) / 2 = 67 .

3. Untuk setiap kelas, tentukan simpangan nilai tengahnya terhadap xs , yaitu di = xi – xs .


Hasilnya tampak pada tabel 2. berikut.


Kelas
Interval
fi
Nilai
Tengah (xi)
di
fi di
40–44
3
42
–75
–25
45–49
4
47
–20
–80
50–54
6
52
–15
–90
55–59
8
57
–10
–80
60–64
10
62
–5
–50
65–69
11
67
0
0
70–74
15
72
5
75
75–79
6
77
10
60
80–84
4
82
15
60
85–89
2
87
20
40
90–94
2
92
25
50


Σf = 71




Σ fi di = –90


4. Tentukan hasil kali fi di danΣ fi di  .


5. Hitung x dengan rumus :




3. Modus, Median, Kuartil, dan Desil

a. Modus (Mo)

Seorang guru ingin mengetahui nilai manakah yang paling banyak diperoleh siswanya dari data hasil ulangan matematika. Tentunya, ia akan menentukan datum yang paling sering muncul. Misalnya, data hasil ulangan 10 orang siswa sebagai berikut :

7 4 6 5 7 8 5,5 7 6 7

Data yang paling sering muncul disebut modus. Modus dari data itu adalah 7 sebab nilai yang paling sering muncul adalah 7. Modus mungkin tidak ada atau jika ada modus tidak tunggal (lihat Contoh 10).

Jika data yang diperoleh berukuran besar, data perlu dikelompokkan agar penentuan modus mudah dilakukan. Modus dari data yang dikelompokkan dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut.
dengan,

L = batas bawah nyata (tepi bawah) dari kelas modus
d1 = selisih antara frekuensi dari kelas yang mengandung modus dan frekuensi dari kelas yang mendahuluinya (sebelumnya).
d2 = selisih antara frekuensi dari kelas yang mengandung modus dan frekuensi dari kelas berikutnya
i = interval kelas/panjang kelas.

Telah Anda ketahui modus adalah datum yang paling sering muncul. Prinsip ini digunakan untuk menentukan kelas modus pada data yang dikelompokkan. Kelas modus adalah kelas yang frekuensinya paling banyak.


Contoh Soal 6 :


Tentukan modus dari data berikut ini.

a. 45, 50, 50, 64, 69, 70, 70, 70, 75, 80
b. 50, 65, 65, 66, 68, 73, 73, 90
c. 35, 42, 48, 50, 52, 55, 60


Pembahasan :


a. Oleh karena nilai 70 muncul paling banyak (yaitu tiga kali muncul), modusnya adalah 70.
b. Oleh karena nilai 65 dan 73 muncul paling banyak (yaitu dua kali muncul), modusnya adalah 65 dan 73 (tidak tunggal).
c. Data 35, 42, 48, 50, 52, 55, 60 tidak mempunyai modus (mengapa?).


Contoh Soal 7 :


Tabel 3. menunjukkan hasil ulangan matematika dari 71 siswa Kelas XI SMA Bhinneka. Tentukan modus dari data tersebut.


Interval Kelas
Frekuensi
40 – 44
2
45 – 49
2
50 – 54
6
55 – 59
8
60 – 64
10
65 – 69
11
75 – 79
6
80 – 84
4
85 – 89
4
90 – 94
3


Oleh karena kelas ke-7 mempunyai frekuensi terbesar (frekuensinya 15) maka kelas ke-7 merupakan kelas modus.

i = 44,5 – 39,5 = 5
L = Batas bawah nyata kelas ke-7 = 69,5 (tepi bawah kelas)
d1 = 15 – 11 = 4
d2 = 15 – 6 = 9

Jadi,
Cobalah tentukan nilai modus tersebut dengan menggunakan kalkulator. Apakah hasilnya sama?


b. Median dan Kuartil

Dari data kuantitatif yang tidak dikelompokkan dan dinyatakan oleh x1, x2, …, xn, (dengan x1 < x2 < … < xn) untuk n yang berukuran besar (yang dimaksud n berukuran besar yaitu n ≥ 30) maka nilai ketiga kuartil, yaitu Q1 (kuartil bawah), Q2 (median), dan Q3 (kuartil atas) ditentukan dengan rumus berikut.


Contoh Soal 8 :


Tentukan median, kuartil bawah, dan kuartil atas dari data berikut.


67
86
77
92
75
70
63
79
89
72
83
74
75
103
81
95
72
63
66
78
88
87
85
67
72
96
78
93
82
71


Urutkan data dari kecil ke besar hasilnya sebagai berikut.


No. Unit Data (xi)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Nilai Data
63
63
66
67
67
70
71
72
72
72



No. Unit Data (xi)
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Nilai Data
74
75
75
77
78
78
79
81
82
83



No. Unit Data (xi)
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Nilai Data
85
86
87
88
89
92
93
95
96
103




Untuk data yang dikelompokkan, nilai median (Me) dan kuartil (Q) ditentukan dengan rumus sebagai berikut.
dengan:

Li = batas bawah nyata dari kelas Qi
Fi = jumlah frekuensi kelas-kelas sebelum kelas kuartil ke-i
fi = frekuensi kelas kuartil ke-i
n = banyak data
i = panjang kelas/interval kelas


Ingatlah :


1. Q2= median
2. i pada Fi dan fi adalah sebagai indeks. i yang berdiri sendiri adalah sebagai panjang kelas.


Contoh Soal 9 :


Tentukan median, kuartil bawah, dan kuartil atas dari data pada Tabel. 4.


Interval Kelas
Frekuensi
40 – 44
2
45 – 49
2
50 – 54
6
55 – 59
8
60 – 64
10
65 – 69
11
70 – 74
15
75 – 79
6
80 – 84
4
85 – 89
4
90 – 94
3

Kunci Jawaban :




Kelas Interval
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif


40 – 44
2
2


45 – 49
2
4


50 – 54
6
10
Q1 →
55 – 59
8
18


60 – 64
10
28
Q2 →
65 – 69
11
39
Q3 →
70 – 74
15
54


75 – 79
6
60


80 – 84
4
64


85 – 89
4
68


90 – 94
3
71



Jadi, kelas Q1 ada di kelas ke-4 (kelas 55 – 59)



Jadi, kelas Q2 ada di kelas ke-6 (kelas 65 – 69)


Jadi, kelas Q3 ada di kelas ke-7 (kelas 70 – 74)

Dengan demikian, Q1 , Q2 , Q3 dapat ditentukan sebagai berikut.


perhitungan kuartil atas bawah median data kelompok
c. Desil

Untuk data sebanyak n dengan n ≥ 10, Anda dapat membagi data tersebut menjadi 10 kelompok yang memuat data sama banyak. Ukuran statistik yang membagi data (setelah diurutkan dari terkecil) menjadi 10 kelompok sama banyak disebut desil. Sebelum data dibagi oleh desil, data harus diurutkan dari yang terkecil.

Oleh karena data dibagi menjadi 10 kelompok sama banyak maka didapat 9 desil. Amati pembagian berikut.
desil
Terdapat 9 buah desil, yaitu desil pertama (D1), desil kedua (D2), ..., desil kesembilan (D9).

Letak desil ditentukan dengan rumus berikut.
letak desil
Dalam hal ini i = 1, 2, 3, ..., 9 dan n = banyak data.


Contoh Soal 10 :


Tentukan desil ke-1 dan desil ke-5 dari data berikut. 47, 33, 41, 37, 46, 43, 39, 36, 35, 42, 40, 39, 45

Jawaban :

Data setelah diurutkan menjadi 33, 35, 36, 37, 39, 39, 40, 41, 42, 43, 45, 46, 47.

Banyak data adalah n = 13.
desil ke -1 dan 5
Jadi, desil ke -1 adalah 33,8 dan desil ke-5 adalah 40.


Ingatlah :


1 + 1 + 5 + 7 dapat dilihat pada kolom frekuensi kumulatif (kelas 45 – 49)


Untuk data yang disusun dalam daftar distribusi frekuensi, nilai desil ditentukan sebagai berikut.
kuartil bawah data kelompoknilai desil
Dalam hal ini.

i = 1, 2, 3, ..., 9


(tb) Di = tepi bawah kelas Di
Fi = frekuensi kumulatif sebelum kelas Di
fi = frekuensi kelas Di
p = panjang kelas


Contoh Soal 11 :


Tentukan nilai desil ketiga dari data pada Tabel 5.


Nilai
f i
Frekuensi Kumulatif
31–40
5
5
41–50
3
8
51–60
5
13
61–70
6
19
71–80
9
28
81–90
8
36
91–100
4
40

Jawab:

Diketahui i = 3 maka (i x n)/10 = (3 x 40)/10 = 12.

Desil ketiga (D3) terletak di kelas: 51–60 (karena kelas 51–60 memuat data ke-9, 10, 11, 12, 13).
desil ke 3