Minggu, 14 Desember 2014

SAMBUTAN NATAL

SAMBUTAN NATAL


Asalam mualaikum wr br , Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati bapak
Camat oba utara
Yang saya hormati ketua-ketua jemaat gereja GMIH se kec.oba utara
Yang saya hormati Gembala-gembala jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Kec. Oba utara
Yang saya hormati Bapak . Pastor  Gereja Katolik Gosale
Yang saya hormati………………………………………..
Yang saya hormati…..........................................................
Yang saya hormati………………………………………..
Yang saya hormati………………………………………..
Yang saya hormati……………………………………......
Yang saya hormati…………………………………….….
Yang saya hormati…………………………………….….
Yang saya hormati……………………………………......
Yang saya hormati…………………………………….….
Yang saya hormati…………………………………….….
pemuda, mahasiswa dan Undangan sekalian Yang berbahagia...

Mengawali
sambutan ini, marilah kita panjatkan Syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa, karena atas berkat rahmat dan karunianyalah yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka perayaan  Natal bersama Solidaritas mahasiswa Kristen Universitas bumi hijrah Maluku Utara dan Pemuda GMIH wilayah kecamatan oba utara tahun  2013 ini.

Bapak…Ibu….Saudara-saudara sekalian…

Adapun acara perayaan hari Natal ini adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan bagi umat kristiani di seluruh dunia. Khusus saat ini kegiatan Natal ini dilaksanakan dengan kepanitiaan dari mahasiswa/I Universitas Bumi Hijrah Maluku Utara, yang juga merupakan salah satu dari program kegiatan Tahunan Solidaritas Mahasiswa Kristen Universitas Bumi Hijrah Maluku Utara (SMKU). Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh panitia Natal 2013 yang telah berupaya keras dan yang telah mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mensukseskan acara ini. Kita juga harus berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Dosen Agama Kristen ( Bpk. Jhoni Lagunsiang) yang juga telah berperan dalam acara Natal ini.

Kemudian, semoga Natal ini dapat berjalan sesuai rencana. Dan harapannya setelah acara ini, bertambah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Bertambah kerukunan antar umat beragama, khususnya di Kecamatan Oba Utara ini. Serta berimbas kepada kehidupan sehari-hari,baik sebagai pemuda, mahasiswa.. sehingga menjadi umat beragama yang santun dan baik…….. Mengutip pesan dari MUI,    “jadikanlah Natal menjadi pesan moral dalam menapaki kebersamaan menuju hidup damai.

Bapak…ibu saudara-saudara sekalian….

Dalam konteks perayaan Natal, paling tidak bahwa ditengah-tengah kehidupan kita baik sebagai pribadi, sebagai mahasiswa maupun sebagai kelompok generasi kadang tidaklah selalu seperti yang diharapkan. Dengan kata lain banyak tantangan yang dihadapi. Kedepan tantangan tersebut bukan semakin ringan, namun semakin sulit. Sehingga semakin banyak dituntut kesungguhan yang membutuhkan penyangkalan diri dan pengorbanan.

Perayaan keagamaan sangat sakral dalam membangun kehidupan sesuai ajakan firman  yang dianut. Yang kita harapkan dari keberagamaan agama adalah agar toleransi dan kehidupan masyarakat memiliki makna besar. Karena dalam kemajemukan seperti dalam agama sekalipun kita tetap bisa bersatu seperti kata semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika………. (biar berbeda-beda tetapi satu jua)       



oleh sebab itu dalam kehidupan sebagai pemuda terlebih sebagai mahasiswa di kampus maupun dalam lingkungan dimana saja ia berada di harapkan bisa menciptakan suasana yang damai…karena Damai itu INDAH.
Mengitip Kitab Masmur pasal 133 ayat 1
“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”

Bapak ibu saudara-saudara sekalian ……

 jika berbicara Natal  tentu kita tidak lepas dari kata Kasih…
Pembicaraan tentang kasih tidak akan ada gunanya tanpa praktik. Maka rasul Yohanes dalam
 (1 Yoh 4 ayat 7, 11 dan 20). menyatakan bahwa tanda seorang yang sudah mengalami kasih dan mengenal kasih adalah hidup saling mengasihi . Maka ada perintah baru yaitu supaya komunitas orang percaya dalam hal ini pemuda dan Mahasiswa kristen Universitas bumi Hijrah Maluku Utara bisa hidup saling mengasihi lewat mewartakan keadilan dan kebenaran, lewat memelihara lingkungan alam semesta ini, lewat dukungan materi secara nyata kepada yang membutuhkan yaitu janda dan anak yatim piatu dan dukungan yang nyata lainnya.

Bapak….ibu saudara-saudara sekalian…

Dengan diiringi puji syukur dari Tuhan Yang Mahakuasa, perkenankanlah saya mewakili Civitas Akademika Universitas bumi hijrah Maluku utara  (Rektor..pembantu rektor…Dosen dan Staff)… untuk mengucapkan selamat dan salam berbahagia dalam hari Natal tahun 2013 bagi umat kristiani yang merayakannya khususnya Pemuda dan Mahasiswa Kristen Universitas Bumi Hijrah Maluku Utara  dan selamat menyambut Tahun Baru…1 Januari 2014.

Semoga perayaan Natal ini membawa semangat dan harapan baru untuk membangun hari esok yang lebih baik. Semoga acara yang telah direncanakan dengan sebaik-baiknya ini dapat berlangsung dan berjalan dengan sukses. Dan semoga Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa memberikan perlindungan dan petunjuknya kepada kita semua. Akhir kata, terima kasih atas perhatian yang telah diberikan dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam sambutan saya. Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua.  Wasalammualaikum wr..wb


Senin, 08 Desember 2014

Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember ?

Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember?

Ada banyak orang mempertanyakan, apakah benar Tuhan Yesus Kristus lahir di dunia tanggal 25 Desember? Sejumlah orang kemudian membuat banyak teori, yang seolah-olah ingin menunjukkan bahwa hari raya Natal di tanggal 25 Desember berasal dari kebiasaan kafir. Apakah benar demikian?
Keberatan dan tanggapan tentang perayaan Natal 25 Desember
Berikut ini adalah penjelasan yang kami sarikan dari buku karangan Taylor Marshall,The Eternal City: Rome and Origins of Catholic Christianity, yang dapat dibaca di link ini, silakan klik[teks dalam kurung adalah tambahan dari Katolisitas]:
Gereja Katolik, setidaknya sejak abad kedua, telah mengklaim bahwa Kristus lahir di tanggal 25 Desember. Meskipun demikian, ada banyak pendapat bahwa Tuhan kita Yesus Kristus tidak lahir pada tanggal itu. Berikut ini adalah tiga macam keberatan yang umum terhadap tanggal tersebut, dan  tanggapan atas masing-masing keberatan itu:
Keberatan 1: Tanggal 25 Desember dipilih untuk mengganti festival pagan Romawi, yang dinamakan Saturnalia. Saturnalia adalah festival musim dingin yang populer, sehingga Gereja Katolik dengan bijak menggantikannya dengan perayaan Natal.
Tanggapan atas Keberatan 1: Saturnalia adalah peringatan winter solstice, yaitu titik terjauh matahari dari garis khatulistiwa bumi. Namun demikian titik winter solsticejatuh pada tanggal 22 Desember. Memang benar bahwa perayaan Saturnalia dapat dimulai sejak tanggal 17 Desember sampai 23 Desember. Tetapi dari tanggalnya sendiri, tidak cocok [tidak ada kaitannya dengan tanggal 25 Desember].
Keberatan 2: Tanggal 25 Desember dipilih untuk menggantikan hari libur Romawi,Natalis Solis Invicti, yang artinya, "Kelahiran dari Matahari yang tak Terkalahkan." [atau dikenal sebagai kelahiran dewa matahari]
Tanggapan atas Keberatan 2: Pertama-tama, mari memeriksa kultus Matahari yang tak Terkalahkan. Kaisar Aurelian memperkenalkan kultus Sol Invictus atau Matahari yang tak Terkalahkan di Roma tahun 274. Aurelian mendirikan pergerakan politik dengan kultus ini, sebab namanya sendiri Aurelian, berasal dari kata Latin aurora, yang artinya "matahari terbit". Uang logam koin masa itu menunjukkan bahwa Kaisar Aurelian menyebut dirinya sendiri sebagai Pontifex Solis atau Pontiff of the Sun (Imam Agung Matahari). Maka Kaisar Aurelian mendirikan kultus matahari itu dan mengidentifikasikan namanya dengan dewa matahari, di akhir abad ke-3.
Yang terpenting, tidak ada bukti historis tentang adanya perayaan Natalis Sol Invictuspada tanggal 25 Desember, sebelum tahun 354. Dalam sebuah manuskrip yang penting di tahun 354, terdapat tulisan bahwa tanggal 25 Desember tertulis, "N INVICTI CM XXX." Di sini N berarti "nativity/ kelahiran". INVICTI artinya "Unconquered/ yang tak terkalahkan". CM artinya, "circenses missus/ games ordered/ permainan yang ditentukan/ diperintahkan." Angka Romawi XXX sama dengan tiga puluh. Maka tulisan tersebut artinya ialah 30 permainan yang ditentukan untuk kelahiran Yang tak terkalahkan, pada tanggal 25 Desember. Perhatikan bahwa di sini kata "matahari" tidak disebutkan [Maka bagaimana dapat dipastikan bahwa itu mengacu kepada dewa matahari?].  Selanjutnya, naskah kuno tersebut juga menyebutkan, "natus Christus in Betleem Iudeae/ kelahiran Kristus di Betlehem, Yudea" di tanggal 25 Desember itu.[1]
Tanggal 25 Desember baru menjadi hari "Kelahiran Matahari yang tak terkalahkan" sejak pemerintahan  kaisar Julian yang murtad. Kaisar Julian pernah menjadi Kristen, tetapi telah murtad dan kembali ke paganisme Romawi. Sejarah menyatakan bahwa Kaisar Julian itulah yang menentukan hari libur pagan tanggal 25 Desember... Ini menyatakan apa?
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa "Matahari yang tak terkalahkan" bukanlah dewa yang popular di kekaisaran Romawi [sebab sebenarnya bukan dewa, tetapi suatu karakter yang dihubungkan dengan kaisar tertentu.]...Lagi pula, tradisi perayaan pada tanggal 25 Desember tidak ada dalam kalender Romawi sampai setelah Roma menjadi negara Kristen. Kelahiran Sang Matahari yang Tak Terkalahkan adalah sesuatu yang jarang dikenal dan tidak popular. Perayaan Saturnalia yang disebut di atas lebih popular ... Sepertinya, lebih mungkin bahwa Kaisar Julian yang murtad itu yang berusaha untuk memasukkan hari libur pagan, untuk menggantikan perayaan Kristen.
[Tambahan dari Katolisitas:
Maka penghubungan tanggal 25 Desember dengan perayaan agama pagan, itu sejujurnya adalah hipotesa. Silakan Anda klik di Wikipedia, bahwa penghormatan kepada dewa Sol Invictus di kerajaan Romawi, itu dimulai tanggal 274 AD. Maka penghormatan umat Kristen kepada Kristus, Sang Terang Dunia (Yoh 9:5), itu sudah ada lebih dulu daripada penghormatan kepada dewa Sol Invictus/ dewa matahari kerajaan Romawi. Nyatanya memang ada sejumlah orang yang menghubungkan peringatan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember dengan perayaan dewa Sol Invictus itu. Sumber Wikipedia itu sendiri (klik di sini) menyatakan bahwa hipotesa ini secara serius layak dipertanyakan. Bukti prasasti di zaman Kaisar Licinius, menuliskan bahwa perayaan dewa Sol itu jatuh tanggal 19 Desember. Prasasti tersebut juga menyebutkan persembahan kepada dewa Sol itu dilakukan di tanggal 18 November. (Wallraff 2001: 174–177). Bukti ini sendiri menunjukkan adanya variasi tanggal perayaan dewa Sol, dan juga bahwa perayaannya tersebut baru marak dilakukan di abad ke-4 dan 5, jauh setelah zaman Kristus dan para Rasul.]
Keberatan 3: Kristus tidak mungkin lahir di bulan Desember sebab St. Lukas menjabarkan bahwa para gembala menggembalakan domba-domba di padang Betlehem. Gembala tidak menggembalakan pada saat musim dingin. Maka Kristus tidak mungkin lahir di musim dingin.
Tanggapan terhadap Keberatan 3: Palestian bukan Inggris atau Rusia atau Alaska. Betlehem terletak di lintang 31.7 [dari garis khatulistiwa, lebih dekat sedikit ke khatulistiwa daripada kota Dallas, Texas di Amerika, 32.8]. Adalah masih nyaman untuk berada di luar di bulan Desember di Dallas, [maka demikian juga dengan di Betlehem]. Sebab di Italia, yang terletak di garis lintang yang lebih tinggi dari Betlehem, seseorang masih dapat menggembalakan domba di akhir bulan Desember.
Penentuan kelahiran Kristus berdasarkan Kitab Suci
Penentuan kelahiran Kristus berdasarkan Kitab Suci, terdiri dari 2 langkah. Pertama adalah menentukan kelahiran St. Yohanes Pembaptis. Langkah berikutnya adalah menggunakan hari kelahiran Yohanes Pembaptis sebagai kunci untuk menentukan hari kelahiran Kristus. Kita dapat menemukan bahwa Kristus lahir di akhir Desember dengan mengamati kali pertama dari tahun itu, yang disebutkan oleh St. Lukas, St. Zakaria melayani di bait Allah. Ini memberikan kepada kita perkiraan tanggal konsepsi St. Yohanes Pembaptis. Dari sini dengan mengikuti kronologis yang diberikan oleh St. Lukas, kita sampai pada akhir Desember sebagai hari kelahiran Yesus.
St. Lukas mengatakan bahwa Zakaria melayani pada 'rombongan Abia' (Luk 1:5). Kitab Suci mencatat adanya 8 rombongan di antara 24 rombongan imamat (Neh 12:17). Setiap rombongan imam melayani satu minggu di bait Allah, dua kali setahun. Rombongan Abia melayani di giliran ke-8 dan ke-32 dalam siklus tahunan. Namun bagaimana siklus dimulai?
Josef Heinrich Friedlieb telah dengan meyakinkan menemukan bahwa rombongan imam pertama, Yoyarib, bertugas sepanjang waktu penghancuran Yerusalem pada hari ke-9 pada bulan Yahudi yang disebut bulan Av.[2] Maka masa rombongan imamat Abia (yaitu masa Zakaria bertugas) melayani adalah minggu kedua bulan Yahudi yang disebut Tishri, yaitu minggu yang bertepatan dengan the Day of Atonement, hari ke-10. Di kalender kita, the Day of Atonement dapat jatuh di hari apa saja dari tanggal 22 September sampai dengan 8 Oktober.
Dikatakan bahwa Elisabet mengandung 'beberapa lama kemudian/ after these days' setelah masa pelayanan Zakaria. Maka konsepsi St. Yohanes Pembaptis dapat terjadi sekitar akhir September, sehingga menempatkan kelahiran St. Yohanes Pembaptis  di akhir Juni, meneguhkan perayaan Gereja Katolik tentang Kelahiran St. Yohanes Pembaptis tanggal 24 Juni.
Buku Protoevangelium of James dari abad ke-2 menggambarkan St. Zakaria sebagai imam besar dan memasuki tempat maha kudus.... dan ini mengasosiasikan dia denganthe Day of Atonement, yang jatuh di tanggal 10 bulan Tishri (kira-kira akhir September). Segera setelah menerima pesan dari malaikat Gabriel, Zakaria dan Elizabet mengandung Yohanes Pembaptis. Perhitungan empat puluh minggu setelahnya, menempatkan kelahiran Yohanes Pembaptis di akhir Juni, meneguhkan perayaan Gereja Katolik tentang Kelahiran St. Yohanes Pembaptis tanggal 24 Juni.
Selanjutnya... dikatakan bahwa sesaat setelah Perawan Maria mengandung Kristus, ia pergi untuk mengunjungi Elisabet yang sedang mengandung di bulan yang ke-6. Artinya umur Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua daripada Yesus Kristus (lih. Luk 1:24-27, 36). Jika 6 bulan ditambahkan kepada 24 Juni maka diperoleh 24-25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus. Jika tanggal 25 Desember dikurangi 9 bulan, diperoleh hari peringatan Kabar Gembira (Annunciation) yaitu tanggal 25 Maret... Maka jika Yohanes Pembaptis dikandung segera setelah the Day of Atonement, maka tepatlah penanggalan Gereja Katolik, yaitu bahwa kelahiran Yesus jatuh sekitar tanggal 25 Desember.
Selain itu Tradisi Suci juga meneguhkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus. Sumber dari Tradisi tersebut adalah kesaksian Bunda Maria sendiri. Sebagai ibu tentu ia mengetahui dengan rinci tentang kelahiran anaknya [dan ini yang diteruskan oleh para rasul dan para penerus mereka]. Bunda Maria pasti mengingat secara detail kelahiran Yesus ini yang begitu istimewa, yang dikandung tidak dari benih laki-laki, yang kelahirannya diwartakan oleh para malaikat, lahir secara mukjizat dan dikunjungi oleh para majus.
Sebagaimana umum bahwa orang bertanya kepada orang tua yang membawa bayi akan umur bayinya, demikian juga orang saat itu akan bertanya, "berapa umur anakmu?" kepada Bunda Maria. Maka tanggal kelahiran Yesus 25 Desember di tengah malam, akan sudah diketahui sejak abad pertama. Para Rasul pasti akan sudah menanyakan tentang hal ini dan baik St. Matius dan Lukas mencatatnya bagi kita. Singkatnya, adalah sesuatu yang masuk akal jika para jemaat perdana telah mengetahui dan merayakan kelahiran Yesus, dengan mengambil sumber keterangan dari ibu-Nya.
Kesaksian berikutnya adalah dari para Bapa Gereja, yang mengklaim tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus sebelum pertobatan Kaisar Konstantin dan kerajaan Romawi.
Catatan yang paling awal tentang hal ini adalah dari Paus Telesphorus (yang menjadi Paus dari tahun 126-137), yang menentukan tradisi Misa Tengah malam pada Malam Natal... Kita juga membaca perkataan Teofilus (115-181) seorang Uskup Kaisarea di Palestina: "Kita harus merayakan kelahiran Tuhan kita pada hari di mana tanggal 25 Desember harus terjadi."[3]
Tak lama kemudian di abad kedua, St. Hippolytus (170-240) menulis demikian: "Kedatangan pertama Tuhan kita di dalam daging terjadi ketika Ia dilahirkan di Betlehem, di tanggal 25 Desember, pada hari Rabu, ketika Kaisar Agustus memimpin di tahun ke-42, .... Ia [Kristus] menderita di umur tiga puluh tiga, tanggal 25 Maret, hari Jumat, di tahun ke-18 Kaisar Tiberius, ketika Rufus dan Roubellion menjadi konsul.[4]
Dengan demikian tanggal 25 Maret menjadi signifikan, karena menandai hari kematian Kristus (25 Maret sesuai dengan bulan Ibrani Nisan 14- tanggal penyaliban Yesus. Kristus, sebagai manusia sempurna- dipercaya mengalami konsepsi dan kematian pada hari yang sama, yaitu tanggal 25 Maret...Maka tanggal 25 Maret dianggap istimewa dalam tradisi awal Kristiani. 25 Maret ditambah 9 bulan, membawa kita kepada tanggal 25 Desember, yaitu kelahiran Kristus di Betlehem.
St. Agustinus meneguhkan tradisi 25 Maret sebagai konsepsi Mesianis dan 25 Desember sebagai hari kelahiran-Nya: "Sebab Kristus dipercaya telah dikandung di tanggal 25 Maret, di hari yang sama saat Ia menderita; sehingga rahim Sang Perawan yang di dalamnya Ia dikandung, di mana tak seorang lainpun dikandung, sesuai dengan kubur baru itu di mana Ia dikubur, di mana tak seorangpun pernah dikuburkan di sana, baik sebelumnya maupun sesudahnya. Tetapi Ia telah lahir, menurut tradisi, di tanggal 25 Desember."[5]
Di sekitar tahun 400, St. Agustinus juga telah mencatat bagaimana kaum skismatik Donatist merayakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus, tetapi mereka menolak merayakan Epifani di tanggal 6 Januari, sebab mereka menganggapnya sebagai perayaan baru tanpa dasar dari Tradisi Apostolik. Skisma Donatist berasal dari tahun 311, dan ini mengindikasikan bahwa Gereja Latin telah merayakan hari Natal pada tanggal 25 Desember sebelum tahun 311. Apapun kasusnya, perayaan liturgis kelahiran Kristus telah diperingati di Roma pada tanggal 25 Desember jauh sebelum Kristianitas dilegalkan dan jauh sebelum pencatatan terawal dari perayaan pagan bagi kelahiran Sang Matahari yang tak Terkalahkan. Untuk alasan ini, adalah masuk akal dan benar untuk menganggap bahwa Kristus benar telah dilahirkan di tanggal 25 Desember, dan wafat dan bangkit di bulan Maret, sekitar tahun 33.
Sedangkan tentang perhitungan tahun kelahiran Yesus, menurut Paus Benediktus XVI dalam bukunya Jesus of Nazareth: The Infancy Narratives, memang adalah sekitar tahun 7-6 BC. Paus mengutip pandangan seorang astronomer Wina, Ferrari d’ Occhieppo, yang memperkirakan terjadinya konjungsi planet Yupiter dan Saturnus yang terjadi di tahun 7-6 BC (yang menghasilkan cahaya bintang yang terang di Betlehem), yang dipercaya sebagai tahun sesungguhnya kelahiran Tuhan Yesus.

CATATAN KAKI:
The Chronography of AD 354. Part 12: Commemorations of the Martyrs.  MGH Chronica Minora I (1892), pp. 71-2. []
Josef Heinrich Friedlieb’s Leben J. Christi des Erlösers. Münster, 1887, p. 312. []
Magdeburgenses, Cent. 2. c. 6. Hospinian, De origine Festorum Chirstianorum. []
St. Hippolytus of Rome, Commentary on Daniel. []
St. Augustine, De Trinitate, 4, 5. []


SUMBER :
http://katolisitas.org/1854/apakah-yesus-lahir-tanggal-25-desember





Asal-usul Penetapan 25 Desember sebagai Hari NATAL

Asal-usul Penetapan 25 Desember sebagai Hari NATAL 

Sesungguhnya, tidak seorang pun tahu kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan ke dalam dunia ini. Tidak ada suatu Akta Kelahiran zaman kuno yang menyatakan dan membuktikan kapan dia dilahirkan. Tidak ada seorang saksi hidup yang bisa ditanyai.

Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya pada waktu Yesus dilahirkan, bukan di Betlehem, tetapi di Nazaret, tidak banyak orang menaruh perhatian pada peristiwa ini. Paling banyak, ya selain ayah dan ibunya, beberapa tetangganya juga ikut sedikit disibukkan oleh kelahirannya ini, di sebuah kampung kecil di provinsi Galilea, kampung Nazaret yang tidak penting.

Baru ketika Yesus sesudah kematiannya diangkat menjadi sang Mesias Kristen agung oleh gereja perdana, atau sudah dipuja dan disembah sebagai sang Anak Allah, Raja Yahudi, dan Juruselamat, disusunlah kisah-kisah kelahirannya sebagai kelahiran seorang besar yang luar biasa, seperti kita dapat baca dalam pasal-pasal awal Injil Matius dan Injil Lukas (keduanya ditulis sekitar tahun 80-85 M). Penulis Injil Kristen tertua intrakanonik, yakni Injil Markus (ditulis tahun 70 M), sama sekali tidak memandang penting untuk menyusun sebuah kisah kelahiran Yesus.

Dalam tuturan penulis Injil Lukas, kelahiran Yesus diwartakan sebagai kelahiran seorang tokoh Yahudi yang menjadi pesaing Kaisar Agustus, yang sama ilahi dan sama berkuasanya, yang kelahiran keduanya ke dalam dunia merupakan “kabar baik” (euaggelion) untuk seluruh bangsa karena keduanya adalah “Juruselamat” (sōtēr) dunia (bdk Lukas 2:10,11 dan prasasti dekrit Majelis Provinsi Asia tentang Kaisar Agustus yang dikeluarkan tahun 9 M). Dalam tuturan penulis Injil Matius, kanak-kanak Yesus yang telah dilahirkan, yang diberitakan sebagai kelahiran seorang Raja Yahudi, telah menimbulkan kepanikan pada Raja Herodes Agung yang mendorongnya untuk memerintahkan pembunuhan semua anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah (Matius 2:2, 3, 16).

Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus dalam kedua injil inipun, bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, tidak ada suatu catatan historis apapun yang menyatakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Jika demikian, bagaimana tanggal 25 Desember bisa ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus, hari Natal? Dalam kebudayaan kuno Yahudi-Kristen dan Yunani-Romawi, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan hari kelahiran Yesus.


Cara pertama

Seperti dicatat dalam dokumen Yahudi Rosh Hashana (dari abad kedua), sudah merupakan suatu kelaziman di kalangan Yahudi kuno untuk menyamakan hari kematian dan hari kelahiran bapak-bapak leluhur Israel. Dengan sedikit dimodifikasi, praktek semacam ini diikuti oleh orang-orang Kristen perdana ketika mereka mau menetapkan kapan Yesus Kristus dilahirkan. Sebetulnya, praktek semacam ini berlaku hampir universal dalam orang menetapkan hari kelahiran tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari zaman kuno. Dalam kepercayaan para penganut Buddhisme, misalnya, hari kelahiran, hari pencapaian pencerahan (samma sambuddha) dan hari kematian (parinibbana) Siddharta Gautama sang Buddha dipandang dan ditetapkan (pada tahun 1950 di Sri Langka) terjadi pada hari yang sama, yakni Hari Waisak atau Hari Trisuci Waisak.

Ketika orang-orang Kristen perdana membaca dan menafsirkan Keluaran 34:26b (bunyinya, “Janganlah engkau memasak anak kambing dalam susu induknya”), mereka menerapkannya pada Yesus Kristus. “Memasak anak kambing” ditafsirkan oleh mereka sebagai saat orang Yahudi membunuh Yesus; sedangkan frasa “dalam susu induknya” ditafsirkan sebagai hari pembenihan atau konsepsi Yesus dalam rahim Bunda Maria. Dengan demikian, teks Keluaran ini, setelah ditafsirkan secara alegoris, menjadi sebuah landasan skriptural untuk menetapkan bahwa hari kematian Yesus sama dengan hari pembenihan janin Yesus dalam kandungan ibunya, sekaligus juga untuk menuduh orang Yahudi telah bersalah melanggar firman Allah dalam teks Keluaran ini ketika mereka membunuh Yesus.

Kalau kapan persisnya hari kelahiran Yesus tidak diketahui siapapun, hari kematiannya bisa ditentukan dengan cukup pasti, yakni 14 Nisan dalam penanggalan Yahudi kuno, dan ini berarti 25 Maret dalam kalender Gregorian. Sejumlah bapak gereja, seperti Klemen dari Aleksandria, Lactantius, Tertullianus, Hippolytus, dan juga sebuah catatan dalam dokumen Acta Pilatus, menyatakan bahwa hari kematian Yesus jatuh pada tanggal 25 Maret. Demikian juga, Sextus Julianus Afrikanus (dalam karyanya Khronografai, terbit tahun 221), dan Santo Agustinus (menulis antara tahun 399 sampai 419), menetapkan 25 Maret sebagai hari kematian Yesus. Dengan demikian, hari pembenihan janin Yesus dalam rahim Maria juga jatuh juga pada 25 Maret.

Kalau 9 bulan ditambahkan pada hari konsepsi Yesus ini, maka hari kelahiran Yesus adalah 25 Desember. Sebuah traktat yang mendaftarkan perayaan-perayaan besar keagamaan, yang ditulis di Afrika dalam bahasa Latin pada tahun 243, berjudul De Pascha Computus, menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Hippolytus, dalam Tafsiran atas Daniel 4:23 (ditulis sekitar tahun 202), menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Sebuah karya yang ditulis dengan tangan, dalam bahasa Latin, pada tahun 354 di kota Roma, yang berjudul Khronografi, juga menyebut 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

Meskipun banyak dokumen dari abad ketiga sampai abad keempat menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, tidak semua orang pada waktu itu menyetujui adanya perayaan hari Natal. Origenes, teolog Kristen dari Aleksandria, misalnya, dalam karyanya Homili atas Kitab Imamat, menyatakan bahwa “hanya orang-orang berdosa seperti Firaun dan Raja Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka.” Begitu juga, seorang penulis Kristen bernama Arnobus pada tahun 303 memperolok gagasan untuk merayakan hari kelahiran dewa-dewi.

Pada sisi lain, kalangan Montanus menolak kalau kematian Yesus jatuh pada 25 Maret; bagi mereka Yesus wafat pada 6 April. Dengan demikian 6 April juga hari konsepsi Yesus dalam kandungan Maria, ibunya. Kalau setelah 6 April ditambahkan 9 bulan, maka hari kelahiran Yesus jatuh pada 6 Januari. Di kalangan Gereja Timur (yang berbahasa Yunani), berbeda dari Gereja Barat (yang berbahasa Latin), hari Natal tidak dirayakan pada 25 Desember, tetapi pada 6 Januari.


Cara kedua

Sebelum kekristenan lahir dan tersebar di seantero kekaisaran Romawi dan kemudian dijadikan satu-satunya agama resmi (religio licita) kekaisaran melalui dekrit Kaisar Theodosius pada tahun 381, orang Romawi melakukan penyembahan kepada Matahari (= heliolatri).

Dalam heliolatri ini, Dewa Matahari atau Sol menempati kedudukan tertinggi dan ke dalam diri Dewa Sol ini terserap dewa-dewa lainnya yang juga disembah oleh banyak penduduk kekaisaran, antara lain Dewa Apollo (dewa terang), Dewa Elah-Gabal (dewa matahari Syria) dan Dewa Mithras (dewa perang bangsa Persia).

Heliolatri, yakni pemujaan dan penyembahan kepada Dewa Sol sebagai Dewa Tertinggi, menjadi sebuah payung politik-keagamaan untuk mempersatukan seluruh kawasan kekaisaran Romawi yang sangat luas, dengan penduduk besar yang menganut berbagai macam agama dan mempercayai banyak dewa.

Pada tahun 274 oleh Kaisar Aurelianus Dewa Sol ditetapkan secara resmi sebagai Pelindung Ilahi satu-satunya atas seluruh kekaisaran dan atas diri sang Kaisar sendiri dan sebagai Kepala Panteon Negara Roma. Menyembah Dewa Sol sebagai pusat keilahian berarti menyentralisasi kekuasaan politik pada diri sang Kaisar Romawi yang dipandang dan dipuja sebagai titisan atau personifikasi Dewa Sol sendiri.

Dalam heliolatri ini tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari perayaan religius utama untuk memuja Dewa Sol, hari perayaan yang harus dirayakan di seluruh kekaisaran Romawi. Ketika winter solstice, saat musim dingin ketika matahari (Latin: sol) tampak “diam tak bergeming” (Latin: sistere) di titik terendah di kaki langit Eropa sejak tanggal 21 Desember, persis pada tanggal 25 Desember matahari mulai sedikit terangkat dari kaki langit dan mulai sedikit demi sedikit beranjak naik ke atas, seolah sang Sol ini hidup atau lahir kembali. Peristiwa astronomikal ini ditafsir secara religius sebagai saat Dewa Sol tak terkalahkan, bangkit dari kematian, yang dalam bahasa Latinnya disebut sebagai Sol Invictus (=Matahari Tak Terkalahkan). Dengan demikian, tanggal 25 Desember dijadikan sebagai Hari Kelahiran Dewa Sol Yang Tak Terkalahkan, Dies Natalis Solis Invicti. Karena Kaisar dipercaya sebagai suatu personifikasi Dewa Sol, maka sang Kaisar Romawi pun menjadi Sang Kaisar atau Sang Penguasa Tak Terkalahkan, Invicto Imperatori, seperti diklaim antara lain oleh Kaisar Septemius Severus yang wafat pada tahun 211.

Nah, ketika kekristenan disebarkan ke seluruh kekaisaran Romawi, para pemberita injil dan penulis Kristen, sebagai suatu taktik misiologis mereka, mengambil alih gelar Sol Invictus dan mengenakan gelar ini kepada Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus menjadi Matahari Tak Terkalahkan yang sebenarnya. Mereka memakai teks-teks Mazmur 19:5c-6 (“Ia memasang kemah di langit untuk Matahari yang keluar bagaikan Pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.”), Maleakhi 4:2 (“… bagimu akan terbit Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.”) dan Lukas 1:78-19 (“Oleh rakhmat dan belas kasihan Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya Pagi dari tempat yang tinggi.”) sebagai landasan skriptural untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sebenarnya.

Dengan jadinya Yesus Kristus sebagai Sol Invictus baru, maka tanggal 25 Desember sebagai hari natal Dewa Sol juga dijadikan hari Natal Yesus Kristus. Seorang penulis Kristen perdana, Cyprianus, menyatakan, “Oh, betapa ajaibnya: Allah Sang Penjaga, Pemelihara dan Penyelenggara telah menjadikan Hari Kelahiran Matahari sebagai hari di mana Yesus Kristus harus dilahirkan.” Demikian juga, Yohanes Krisostomus, dalam khotbahnya di Antikohia pada 20 Desember 386 (atau 388), menyatakan, “Mereka menyebutnya sebagai ‘hari natal Dia Yang Tak Terkalahkan’. Siapakah yang sesungguhnya tidak terkalahkan, selain Tuhan kita…?”

Selanjutnya, mulai dari Kaisar Konstantinus yang (menurut sebuah mitologi Romawi) pada 28 Oktober 312 melihat sebuah tanda salib dan sebuah kalimat In Hoc Signo Vinces (=“Dengan tanda ini, kamu menang”) di awan-awan, perayaan keagamaan yang memuja Sol Invictus pada 25 Desember diubah menjadi perayaan keagamaan untuk merayakan hari Natal Yesus Kristus. Dengan digantinya Dewa Sol dengan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sejati, dan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal Yesus Kristus, sang Kaisar berhasil mengonsolidasi dan mempersatukan seluruh wilayah negara Roma yang di dalamnya warga yang terbesar jumlahnya adalah orang Kristen, yang, menurut Eusebius, adalah warga “Gereja Katolik yang sah dan paling kudus” (Eusebius, Historia Ecclesiastica 10.6).

Dan sejak itu juga, para uskup/paus sama-sama mengendalikan seluruh kekaisaran Roma di samping sang Kaisar sendiri; ini melahirkan apa yang disebut Kaisaropapisme. Kalau sebelumnya heliolatri menempatkan Dewa Sol sebagai Kepala Panteon yang menguasai seluruh dewa-dewi yang disembah dalam seluruh negara Romawi dan sebagai pusat kekuasaan politik, maka ketika Yesus Kristus sudah menjadi Sol Invictus pengganti, sang Kristus inipun mulai digambarkan sebagai sang Penguasa segalanya (=Pantokrator), yang telah menjadi sang Pemenang (=Kristus Viktor) di dalam seluruh kekaisaran Romawi.


Penutup

Jelas sudah, tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Seperti telah dinyatakan pada awal tulisan ini, kembali perlu ditekankan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di dunia pada zaman kuno dan pada masa kini mengetahui kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan. Ketika Yesus baru dilahirkan, dia bukanlah seorang penting apapun. Hanya beberapa orang saja yang memedulikannya. Hanya ketika dia sudah diangkat menjadi sang Kristus gereja dan dipercaya sebagai sang Juruselamat dunia, dia baru menjadi penting dan kisah-kisah hebat tentang kelahirannya pun disusun.

Pada zaman gereja awal dulu, orang tidak sepakat kapan persisnya Yesus dilahirkan, meskipun berbagai cara penghitungan telah diajukan; dan juga orang tidak selalu sependapat bahwa hari kelahiran Yesus Kristus perlu dirayakan. Siapapun, dengan suatu pertimbangan teologis kultural, pada masa kini dapat menetapkan sendiri hari Natal Yesus Kristus buat dirinya dan buat komunitas gerejanya. Sebetulnya, cara merayakan Natal Yesus Kristus yang sebenarnya adalah dengan menjelmakan kembali dirinya, terutama bela rasanya, dalam seluruh gerak kehidupan orang yang menjadi para pengikutnya di masa kini.




Sabtu, 06 Desember 2014

SERIAL KEY ANTI VIRUS SMADAV 9.9 PRO DESEMBER 2014

Saat ini telah dirilis smadav terbaru yaitu smadav 9.9 Desember 2014. dengan berbagaiPerbaikan update otomatis Smadav Pro "Installation Not Found", Penambahan database 332 virus baru, Penambahan deteksi virus shortcut pada USB, Penyempurnaan metode blacklist Smadav Pro tidak orisinil dsb

berikut key smadav pro.
saya sarankan membeli smadav pro yang asli di  smadav.net
Key SMADAV 9.9.1 :

Nama : SMADAV 9.9.1 PRO
Key     : 993899567248


Keygen/Serial Number SMADAV 9.9.1 :

Nama : SMADAV 9.9.1
Key     : 081700729100

Cara memesukan key :
1. Buka Smadav
2. Masuk menu Manage, pilih tab "general settings"
3. Masukan key pada form "Registrasi Smadav Pro"

4. Selesai

ROKOK PINTU GERBANG NARKOBA

ROKOK PINTU GERBANG NARKOBA

Berdasarkan data WHO mengenai konsumsi rokok di Indonesia,  sembilan dari 10 perokok mengisap rokok kretek dan diperkirakan separonya mengkonsumsi lebih dari 20 batang per hari.
"Rokok adalah pintu gerbang narkoba," Hal itu bukan tidak ada dasarnya. Sebagai latar belakang, diungkapkan, bahwa suatu penelitian yang pernah dilakukan di RS Persahabatan Jakarta terhadap 70 kasus pecandu narkoba, didapati bahwa  68 orang pecandu narkoba itu  berawal dari merokok.                                    


Karena biasanya merokok  akan diikuti dengan minum alkohol  dan bagi sebagian orang - merokok akan di ikuti pula dgn mencoba ecstasy Dan berikutnya , dia akan memakai putauw atau sabu‑sabu. Akibatnya, Hanya sedikit yg bisa berhenti; sebelum sampai pada tahap pemakai putauw
Penyalah-gunaan obat (drug abuse) adalah satu proses; yg biasanya dimulai dari merokok dan minum alkohol. Pada mulanya sebagai pengguna eksperimental (mencoba‑coba), Atau karena ajakan teman.  Jika hal itu terus berlanjut sampailah ke tahap penggunaan kadang‑2 atau sekali-sekali Kemudian berlanjut ke abuser (penyalahguna) & sampai ke addict (pecandu). Pada tahap ini, pengguna tidak bisa lagi dihentikan karena zat sudah mengendalikan dirinya sehingga obsesi mentalnya pun membuatnya tidak bisa menghentikan kecanduan itu.  Karena dia sudah sampai pada kondisi - ketergantungan zat. Apa faktor-2 yg menyebabkan sesorang menjadi penyalahguna obat terlarang:
·       Karena dia ingin menekan frustasi
·       Karena dia tidak mampu menunda kepuasan
·       Kurangnya kesadaran & upaya untuk mencapai tujuan-tujuan yg bisa diterima secara sosial
·       Menggunakan perilaku yg menyerempet bahaya untuk menunjukkan kemampuan diri
·       Menekan rasa bosan, dll

Apa akibat menggunakan zat-zat yg berbahaya ini? Obat bius seperti ganja adalah zat yg merusak sel-2 otak; & mengacau- kan fungsi kimiawi otak yg normal.
Studi terhadap anak-anak; mulai dari usia TK sampai sekolah lanjutan menunjukkan, merosot prestasi belajarnya & keseimbangan emosinya; hanya karena memakai ganja “sekali-sekali” saja.  Penggunaan ganja menyebabkan  kurangnya pengetahuan akan yg baik & buruk, atau kurangnya pemahama akan citra diri.  Akibatnya adalah
munculnya kenakalan remaja, suka membolos dari sekolah dan akhirnya keluar dari sekolah, meninggalkan rumah orangtua, tindak pelacuran di kalangan remaja dan kehamilan, penyakit kelamin, depresi, dan tindakan bunuh diri.
Akibat yg lebih berbahaya pada orang yg sering menggunakan amfetamin dalam jumlah besar adalah kerusakan otak  yg berakibat timbulnya gangguan berbicara dan berpikir.


Seorang Penulis Kristen mengatakan bahwa: Brain system is the only medium in which God can commnicate with men. Tuhan berhubungan dengan manusia hanya melalui sistim otak manusia. Dengan membaca, mendengarkan atau mempelajari Firman Tuhan kita berhubungan dengan Tuhan Kita menggunakan otak  kita ketika kita berdoa  untuk berkomunikasi dengan Tuhan.  Jadi  fungsi otak manusia itu sangat penting  Kalau otak manusia itu sudah rusak karena menggunakan narkoba; bagaimana lagi Tuhan bisa berhubungan dengan kita manusia. Jadi kita bisa lihat betapa bahanya akibat menggunakan zat-zat terlarang itu. Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga adalah anak-anak muda yg otaknya sudah rusak karena narkoba.


Kalau kita melihat produk-2 atau nama-2 perusahaan atau badan apa pun kita akan melihat  bermacam-macam merek

Ada Hotel Nirwana, tetapi tidak ada Hotel Neraka. Ada Toko lampu yg diberi nama Toko Lampu Terang Benderang, bukan Toko lampu Gelap‑gulita.

KiTA MEMBACA Koran  YG bernama Sinar Harapan,  bukan koran  Putus Harapan.
Pokoknya semua merek yg dipilih  adalah merek yg bagus. Merek atau nama yang bagus sama sekali tidak salah.  Kita bisa menciptakan merek yg bagus. Karena konsumen menyukai  merek yang bagus?
Jadi Merek bagus bukan soal. Yg menjadi soal adalah kalau dari luar bungkus dan mereknya bagus, tetapi apa yang ada di dalamnya jelek.
Kalau pemangkas rambut itu bermerek Pangkas Rapih, tetapi pangkasannya sembrono. Mana ada yg mau gunting rambut di tempat seperti itu
Akan tetapi, yang masalah yg gawat adalah bila hidup dan diri kita


tidak sesuai dgn merek yg kita pasang.
Kita bermerek pemimpin yg arif & bijaksana, tetapi di belakang layar kita menyalahgunakan kekuasaan. Jadi walaupun merek dan bungkusan rokok kelihatanya bagus tetapi isinya jelek.  Hindarilah merokok.



Rabu, 05 November 2014

SEPUCUK SURAT BUAT JOYNIVLY, LOVELY DAN VELOVE SABBATHINY LAGUNSIANG

Sepucuk surat dari Mama dan Papa
Anak-anak ku,….Joynivly, Lovely dan velove Lagunsiang
Surat ini ditulis untukmu anak-anakku...

Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku
Suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang aku berharap kamu tidak memarahiku. Orang tua itu sensitive selalu merasa bersalah saat kamu berteriak .ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku berharap kamu tidak memanggilku “ tuli” mohon ulangi apa yang kamu katakan  atau menuliskannya. 
Maafkan aku,..
Aku semakin tua
Ketika lututku mulai lemah, aku berharap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun.
Seperti bagaimana aku selalu membatu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan.
Aku mohon jangan bosan denganku…
Ketika aku terus mengulangi apa yang kukatakan, seperti kaset rusak.  Aku harap kamu terus mendengarkan aku. 
Tolong jangan mengejek atau bosan mendengarkanku.
Apa kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon ?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.
…Maafkan juga bauku. Tercium seperti orang yang sudah tua, aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.  Tubuhku lemah…. Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin.  Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu… apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil ? aku selalu mengejar-ngejar kamu… karena kamu tidak ingin mandi.
Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku ketika aku selalu rewel. Ini semua bagian dari menjadi tua,.Kamua akan mengerti ketika kamu tua.  Dan ketika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara bahkan untuk beberapa menit,.aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seorangpun untuk di ajak bicara, aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.  Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita-ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.  Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ? aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainan mu. 
Ketika saatnya tiba..dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.
M A AF..kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.  Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama,.Ketika waktu kematian ku datang,.Aku harap kamu memegang tanganku dan memberikan aku kekuatan untuk menghadapi kematian,.  Dan jangan khwatir ….. ketika aku bertemu dengan sang pencipta…. Aku akan berbisik padaNya…untuk selalu memberikan berkah padamu karena kamu mencintai ayah dan ibu mu..

Terima kasih atas segala perhatianmu nak,..
Kami mencintaimu, dengan kasih yang berlimpah

MAMA DAN PAPA.(Jhoni Lagunsiang dan Junivke Susana Kaseger)


Kamis, 30 Oktober 2014

CARA PELAKSANAAN PKG DI PADAMU NEGERI

Pelaksanaan PKG (Penilaian Kinerja Guru Mapel/BK) di Padamu Negeri 

Kepada Pengguna Padamu Negeri yth,

Menindaklanjuti Surat Edaran Kepala BPSDMPK PMP Kemdikbud no. 21014/J/LL/2014 tanggal 3 September 2014 perihal Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) 2014 dengan batas akhir hingga 31 Desember 2014.

Modul Pelaporan Online Penilaian Kinerja Guru (PKG) di Padamu Negeri telah dirilis sejak tanggal 26 September 2014 pk. 18.00 WIB. Program Pelaporan Online PKG ini wajib dilaksanakan oleh semua jenjang pendidikan baik negeri/swasta naungan Kemdikbud dan Kemenag. 

Hasil dari Pelaporan Online PKG ini digunakan sebagai bahan program Penilaian Angka Kredit (PAK) oleh semua P2TK Direktorat serta sebagai Pemetaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh BPSDMPK PMP Kemdikbud.


Prosedur pelaksanaan pelaporan online PKG 2014 sebagai berikut:
  1. Kepala Sekolah membentuk Tim Penilai PKG
  2. Tim Penilai melaksanakan proses penilaian instrumen PKG secara manual (pengamatan, wawancara, survei, dst) dan melaporkan hasilnya ke Kepala Sekolah. 
  3. Kepala Sekolah entri hasil penilaian instrumen manual ke modul PKG di Padamu Negeri menggunakan akun Kepala Sekolah.
  4. Kepala Sekolah mencetak dokumen PKG (S22a Lampiran A dan B) dari Padamu Negeri.
  5. Kepala Sekolah, Tim Penilai dan Guru menandatangani cetak dokumen PKG (S22a Lampiran A dan B) serta diberi stempel resmi.
  6. Kepala Sekolah memindai (scan) dokumen PKG (S22a Lampiran A dan B) yang telah ditandatangan dan distempel tersebut untuk diunggah (upload) di Padamu Negeri.
  7. Kepala Sekolah mencetak Surat Ajuan Persetujuan Pelaporan PKG (S22A) sebagai surat pengantar resmi Dokumen PKG (S22a Lampiran A da B) untuk diserahkan ke Dinas/Mapenda setempat (termasuk melengkapi lembar berkas instrumen hasil penilaian manual pada S22a Lampiran A).
  8. Pihak Dinas/Mapenda menerima, memverifikasi dan memvalidasi Dokumen PKG (S22A, S22a LAMPIRAN A dan B serta lembar berkas instrumen hasil penilaian manual). Selanjutnya mencetak Tanda Bukti Persetujuan Laporan PKG (S23A) untuk diserahkan ke Kepala Sekolah.

Persyaratan bagi Guru agar dapat diproses Penilaian Kinerjanya:
  1. Telah melakukan ajuan pemutakhiran data portofolio (S12) khususnya riwayat mengajar semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015 hingga permanen disetujui Dinas (S13)
  2. Telah mencetak Kartu Identitias PTK periode semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015

Catatan Tambahan:
§  Modul PKG di Padamu Negeri hanya tersedia pada akun PTK yang menjabat sebagai Kepala Sekolah saja. 
§  Pemutakhiran data PTK sebagai pejabat Kepala Sekolah (Sekolah Induk atau Non Induk) hanya bisa dilakukan oleh Admin Dinas/Mapenda setempat. 
§  Mengingat PKG sangat penting bagi karir Guru, kami himbau para Admin/Operator Sekolah mendampingi para Kepala Sekolah masing-masing dalam proses Pelaporan Online PKG yang telah menjadi tugasnya. 

Demikian semoga pelaksanaan pelaporan online PKG di Padamu Negeri ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sekaligus membantu meningkatkan kerjasama yang lebih harmoni antara Kepala Sekolah, Guru dan para Admin/Operator Sekolah dalam operasionalisasi Layanan Padamu Negeri di sekolah masing-masing.


Informasi panduan operasional aplikasi dapat dipelajari selengkapnya di: 



Salam Padamu Negeri Indonesiaku,
Admin Pusat
BPSDMPK PMP Kemdikbud