Sabtu, 06 Desember 2014

ROKOK PINTU GERBANG NARKOBA

ROKOK PINTU GERBANG NARKOBA

Berdasarkan data WHO mengenai konsumsi rokok di Indonesia,  sembilan dari 10 perokok mengisap rokok kretek dan diperkirakan separonya mengkonsumsi lebih dari 20 batang per hari.
"Rokok adalah pintu gerbang narkoba," Hal itu bukan tidak ada dasarnya. Sebagai latar belakang, diungkapkan, bahwa suatu penelitian yang pernah dilakukan di RS Persahabatan Jakarta terhadap 70 kasus pecandu narkoba, didapati bahwa  68 orang pecandu narkoba itu  berawal dari merokok.                                    


Karena biasanya merokok  akan diikuti dengan minum alkohol  dan bagi sebagian orang - merokok akan di ikuti pula dgn mencoba ecstasy Dan berikutnya , dia akan memakai putauw atau sabu‑sabu. Akibatnya, Hanya sedikit yg bisa berhenti; sebelum sampai pada tahap pemakai putauw
Penyalah-gunaan obat (drug abuse) adalah satu proses; yg biasanya dimulai dari merokok dan minum alkohol. Pada mulanya sebagai pengguna eksperimental (mencoba‑coba), Atau karena ajakan teman.  Jika hal itu terus berlanjut sampailah ke tahap penggunaan kadang‑2 atau sekali-sekali Kemudian berlanjut ke abuser (penyalahguna) & sampai ke addict (pecandu). Pada tahap ini, pengguna tidak bisa lagi dihentikan karena zat sudah mengendalikan dirinya sehingga obsesi mentalnya pun membuatnya tidak bisa menghentikan kecanduan itu.  Karena dia sudah sampai pada kondisi - ketergantungan zat. Apa faktor-2 yg menyebabkan sesorang menjadi penyalahguna obat terlarang:
·       Karena dia ingin menekan frustasi
·       Karena dia tidak mampu menunda kepuasan
·       Kurangnya kesadaran & upaya untuk mencapai tujuan-tujuan yg bisa diterima secara sosial
·       Menggunakan perilaku yg menyerempet bahaya untuk menunjukkan kemampuan diri
·       Menekan rasa bosan, dll

Apa akibat menggunakan zat-zat yg berbahaya ini? Obat bius seperti ganja adalah zat yg merusak sel-2 otak; & mengacau- kan fungsi kimiawi otak yg normal.
Studi terhadap anak-anak; mulai dari usia TK sampai sekolah lanjutan menunjukkan, merosot prestasi belajarnya & keseimbangan emosinya; hanya karena memakai ganja “sekali-sekali” saja.  Penggunaan ganja menyebabkan  kurangnya pengetahuan akan yg baik & buruk, atau kurangnya pemahama akan citra diri.  Akibatnya adalah
munculnya kenakalan remaja, suka membolos dari sekolah dan akhirnya keluar dari sekolah, meninggalkan rumah orangtua, tindak pelacuran di kalangan remaja dan kehamilan, penyakit kelamin, depresi, dan tindakan bunuh diri.
Akibat yg lebih berbahaya pada orang yg sering menggunakan amfetamin dalam jumlah besar adalah kerusakan otak  yg berakibat timbulnya gangguan berbicara dan berpikir.


Seorang Penulis Kristen mengatakan bahwa: Brain system is the only medium in which God can commnicate with men. Tuhan berhubungan dengan manusia hanya melalui sistim otak manusia. Dengan membaca, mendengarkan atau mempelajari Firman Tuhan kita berhubungan dengan Tuhan Kita menggunakan otak  kita ketika kita berdoa  untuk berkomunikasi dengan Tuhan.  Jadi  fungsi otak manusia itu sangat penting  Kalau otak manusia itu sudah rusak karena menggunakan narkoba; bagaimana lagi Tuhan bisa berhubungan dengan kita manusia. Jadi kita bisa lihat betapa bahanya akibat menggunakan zat-zat terlarang itu. Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga adalah anak-anak muda yg otaknya sudah rusak karena narkoba.


Kalau kita melihat produk-2 atau nama-2 perusahaan atau badan apa pun kita akan melihat  bermacam-macam merek

Ada Hotel Nirwana, tetapi tidak ada Hotel Neraka. Ada Toko lampu yg diberi nama Toko Lampu Terang Benderang, bukan Toko lampu Gelap‑gulita.

KiTA MEMBACA Koran  YG bernama Sinar Harapan,  bukan koran  Putus Harapan.
Pokoknya semua merek yg dipilih  adalah merek yg bagus. Merek atau nama yang bagus sama sekali tidak salah.  Kita bisa menciptakan merek yg bagus. Karena konsumen menyukai  merek yang bagus?
Jadi Merek bagus bukan soal. Yg menjadi soal adalah kalau dari luar bungkus dan mereknya bagus, tetapi apa yang ada di dalamnya jelek.
Kalau pemangkas rambut itu bermerek Pangkas Rapih, tetapi pangkasannya sembrono. Mana ada yg mau gunting rambut di tempat seperti itu
Akan tetapi, yang masalah yg gawat adalah bila hidup dan diri kita


tidak sesuai dgn merek yg kita pasang.
Kita bermerek pemimpin yg arif & bijaksana, tetapi di belakang layar kita menyalahgunakan kekuasaan. Jadi walaupun merek dan bungkusan rokok kelihatanya bagus tetapi isinya jelek.  Hindarilah merokok.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar