Minggu, 28 April 2013

JANGAN MELIHAT KEBELAKANG


Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal  di abad  19, memainkan konser untuk para pemujanya yang  memenuhi  ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh. Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat  dingin  mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan  memainkan lagunya.  Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang  lain pun  putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar,  tetapi dia  tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya  memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan  berteriak,  "Hebat, hebat."  Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini  menyuruh mereka  untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia  dapat bermain  dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para  penonton  dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk  meneruskan  bagian akhir dari lagunya itu. Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan  satu senar"  Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai  memainkan bagian  akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya.  Penonton sangat  terkejut dan kagum pada kejadian ini.  Renungan :  Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran,  kekecewaan dan  semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita  seringkali  mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan  pada senar  kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak  dapat ubah.  Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang  putus dalam  hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak  indah lagi?  Jika demikian, janganlah melihat ke belakang,  majulah terus,  mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu  dengan indahnya. Love cannot endure indifference. It needs to be wanted. Like a lamp, it needs to be fed out of the oil of another's heart, or its flame burns low.

Life is Beautiful (A lesson from a journey to India)


Sebuah cerita tentang hidup dari negeri India....
Saya pikir, hidup ini kayaknya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya
aja! 'Kerja menyebalkan', hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang
beres!! banyak masalah...

Tapi semua itu berubah... sejak kemarin...Pandangan saya tentang hidup ini
benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi
setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa
walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap
bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita.
Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya
yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2
putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!!!

Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami
di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang
berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu,
ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia
mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri
bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah
golok!! Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang
anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus
menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu
itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau
tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!!
Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat..MENGEMIS...!!
Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan !! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !!

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga
mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan
sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang
ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak
kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah
kotor itu... mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang
alami dari kelaparan). Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami,
kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti
terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di
kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia
menjual semua rotinya.

Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400
potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu
truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari
kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa
disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu
kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung
ini!!

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa
heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk
sepotong roti yang tidak sampai $0,25!! Ia mulai bertanya-tanya pada
dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang
sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap
kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak,
mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi,punya begitu banyak hal dimana
orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga!
Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian
buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah,
bagaimana dengan kamu? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir
seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS
KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!!
Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam
menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR???
Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak
puas dengan apa yang sudah kita miliki??*

PS. kita tidak akan pernah merasa cukup bila kita terus melihat ke atas
"* Life is Beautiful *"