Selasa, 09 September 2014

Tabloid bnn Edisi 69 ( Berita Maluku Utara)

SISWA KELAS 1 SD DI PERKOSA SISWA SMA KELAS XI


Pelecehan seksual yang dialami beberapa orang anak TK  JIS (Jakarta internasional School) beberapa waktu yang lalu belum hilang dari ingatan kita, kali ini peristiwa tersebut kembali terjadi pada seorang anak 6 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SDN  Beringin Desa Selamalofo Kec. Oba Selatan   Kota Tidore Kepulauan sebut saja “melati” (nama samaran).  Dan lebih bejat lagi kejadian tersebut dilakukan oleh seorang siswa SMA  Kelas XI yang merupakan kerabat dekat korban.  Menurut salah seorang guru SMA Perkasa tempat pelaku bersekolah yang  sempat kami wawancarai namun tidak mau di sebutkan namanya, pelaku pemerkosaan yang bernama Rigi Horugane merupaka siswa yang sangat pendiam di kelasnya “ saya tidak menyangka kalau dia melakukan hal tersebut” tutur guru tersebut.  
Kejadian naas tersebut terjadi pada hari kamis  8 Mei 2014 sekitar pukul 11.00 Wit saat itu korban baru pulang sekolah dan kedua orang tuanya sedang pergi ke kebun.  Pada saat korban hendak mengganti pakaian pelaku ikut masuk kedalam kamar dan terjadilah kejadian yang tidak diduga tersebut, tanpa disadari oleh pelaku ternyata ibu korban yang baru pulang dari kebun memergoki perbuatan bejatnya, karena terkejut melihat ibu korban, pelaku langsung lari meninggalkan rumah rumah tersebut. 
Setelah kami konfirmasi ke keluarga korban, orang tua korban mengungkapkan kejadian tersebut sebernanya sudah pernah terjadi pada kakak korban yang sekarang duduk di bangku kelas IV SD namun karena pelaku masih merupakan kerabat dekat  mereka mendiamkan hal tersebut.  Wartawan bnn sempat mewawancarai Guru SD tempat korban bersekolah, menurut keterangan Pak guru Melkiyanus, korban mengutarakan bahwa pada saat pulang sekolah saat mau menganti pakaian pelaku masuk ke dalam kamar membawa biskuit (kue) dan merayu korban untuk melakukan perbuatan bejat tersebut. Dan menurut pengakuan pelaku kejadian tersebut sudah dua kali ia alami namun ia takut memberitahukannya kepada orang tua, karena korban sering mengancam.
Orang tua korban sudah melapor ke Pos Polisi Kecamatan Oba Selatan pada hari kamis 8 Mei 2014 namun sampai berita ini di tulis, belum ada tindakan dari pihak kepolisian  menurut mereka nanti menunggu Penyidik dari Polres Tidore untuk menangani masalah tersebut.  Sehingga membuat orang tua korban bertanya-tanya tentang kinerja Kepolisian di Pos Polisi Kec. Oba Selatan, karena sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran di Desa tersebut.  Harapan orang tua korban pihak kepolisian segera menangani masalah ini agar masalah ini cepat selesai dan pelaku di jatuhi hukuman yang setimpal agar memberikan efek jerah bagi yang lain yang ingin coba-coba melakukan hal bejat tersebut.

Oleh :  Jhoni Lagunsiang, 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar