Kamis, 17 Oktober 2013

Proosal PTK

BAB I
PENDAHULUIAN


A.    Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, yaitu untuk menjamin kelangsungan kehidupan dan perkembangan bangsa itu sendiri. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003:3) pasal 1 yang berbunyi:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara”.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memerlukan guru dan murid karena salah satu unsur dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang merupakan dua bentuk kegiatan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.
Selain itu sekolah sebagai salah satu unsur dalam dunia pendidikan saat ini sedang mengalami perhatian dari berbagai pihak, karena pendidikan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam menghadapi kehidupan yang sangat kompleks, dimana pendidikan saat ini terus berbenah diri menemukan cara yang terbaik untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Untuk meningkatkan mutu dan hasil belajar dalam pengajaran seorang guru dituntut supaya menguasai dan menerapkan berbagai metode pengajaran.
Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, ketrampilan atau sikap yang mereka butuhkan.
Selama ini proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang ditemui masih secara konvensional, seperti ekspositori, drill atau bahkan ceramah. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual semata daripada mengembangkan kemampuan belajar dan membangun individu. Kondisi seperti ini tidak akan menumbuhkembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan. Akibatnya nilai-nilai yang didapat tidak seperti yang diharapkan.
Misalnya sering guru kecewa melihat hasil ulangan harian yang hanya mendapat daya serap kurang dari 60% atau nilai rata-rata kelas kurang dari 5. Kadang-kadang guru merasa prihatin dan ingin memperbaiki keadaan tersebut dengan mencobakan suatu pembelajaran yang belum pernah dilaksanakan, yaitu pendekatan pembelajaran yang akan membuat siswa dapat belajar secara efektif.
Pembelajaran yang efektif adalah yang berpusat pada siswa yaitu, siswa sebagai subjek pembelajaran yang harus aktif kreatif dan mampu berfikir kritis, dalam hal ini peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator. Guru memiliki peranan penting artinya selain sebagai pembimbing dan fasilitator bagi siswa, guru juga harus bertindak secara profesional. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dasar /kompetensi antara lain sebagai berikut:
Menguasai bahan, mengelola program belajar-mengajar, mengelola kelas, menggunakan media atau sumber, menguasai landasan-landasan kependidikan, mampu mengelola interaksi belajar mengajar, mampu menilai prestasi untuk kepentingan pengajaran, mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan pengajaran.
PAK merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disekolah menengah pertama. Di kalangan siswa terdapat kecenderungan, bahwa mata pelajaran ini kurang diminati. Kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran ini, dimungkinkan karena kurangnya upaya guru untuk mengingkatkan kreatifitas belajar siswa. Kebanyakan guru masih dominan menggunakan metode ceramah dalam mengajar sehingga tidak terciptanya proses pembelajaran yang menyenangkan dan bervariasi, yang dapat menambah semangat belajar siswa. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar kurang menarik dan membosankan karena siswa tidak dirangsang atau ditantang untuk belajar dan berfikir kreatif.
Dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam upaya meningkatkan hasil belajar para siswa, idealnya para guru Pendidikan Agama dituntut untuk memiliki kemampuan:
1. Memanfaatkan berbagai sumber belajar.
2. Memahami cara berpikir siswa.
3. Memahami cara siswa belajar.
4. Memilih dan menggunakan media secara tepat.
5. Memilih dan menggunakan metode secara tepat.
6. Menguasai bahan/materi pelajaran yang disampaikan kepada para siswa, (Depdikbud : 199 ).
Seperti penjelasan di atas, yaitu di dalam pembelajaran mata pelajaran  Pendidikan Agama Kristen umumnya para guru lebih banyak menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa jadi pasif dan kemampuan berpikirnya tidak berkembang secara baik.
Sedangkan mengajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh guru dalam rangka penyampaian materi kepada para siswa agar siswa tersebut menjadi tahu dan paham dengan menggunakan berbagai teknik dan pendekatan pembelajaran. Agar proses dan pencapaian hasil belajar dapat efesien dalam penggunaan waktu, terarah, tercapainya tujuan yang telah ditetapkan serta terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Untuk menciptakan proses belajar  yang kreatif khususnya belajar Pak guru harus memahami dan bisa mengembangkan berbagai media ketrampilan dalam mengajar . Hal ini dimaksudkan pembelajaran yang terjadi dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan. Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran adalah penggunaan LKS

Sistem pembelajaran menggunakan LKS menempatkan siswa sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator, motifator, dan moderator dalam proses pembelajaran.  Kehadiran LKS lebih banyak memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempelajarari materi pelajaran melalui perbuatan (aspek psikomotorik), mengalami sendiri dan menemukan serta mengembangkan pengetahuan dalam sikap dan prilaku siswa (aspek efektif).  Pembelajaran dengan LKS dapat mengukur kemampuan siswa secara kompleks, lewat tes hasil prestasi belajar (Winkel, 1991:18).

B.  Perumusan Masalah

            Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
 Bagaimana meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dengan Menggunakan Lembar Kerja Siswa (Lks) pada Siswa Kelas 7 SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan Tahun Pelajaran 2012-2013?
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ;
            Peningkatan Efektifita Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan  Menggunakan Lembar Kerja Siswa pada siswa kelas 7 SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan  Kecamatan Oba Utara tahun pelajaran 2012-2013
D.  Hipotesis Tindakan
Didasarkan pada rumusan masalah di atas, maka hipotesis tindakan dalam  dalam penelitian ini adalah:
  Dengan Menggunakan Lembar Kerja Siswa (Lks) pada Siswa Kelas 7 SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan Tahun Pelajaran 2012-2013 akan terjadi peningkatan efektifitas  pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.

E.    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
Bagi Siswa.
a)      Dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
b)      Dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Bagi Guru.
a) Dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan Lembar kerja siswa  dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
b) Mampu melakukan penilaian terhadap media yang akan atau yang telah digunakan.
Bagi Penulis.
a)  Dapat menambah wawasan dan pengetahuan di bidang pendidikan.
b) Penulis akan lebih mengetahui bahwa dengan menggunakan lembar kerja siswa akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Bagi Lembaga atau Sekolah.
a)      Memberikan sumbangan pemikiran yang baik dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
b)      Untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan lembar kerja siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
F.  Definisi Istilah
1. Penggunaan LKS
Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran adalah penggunaan LKS

Sistem pembelajaran menggunakan LKS menempatkan siswa sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator, motifator, dan moderator dalam proses pembelajaran. 
2. Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makluk hidup belajar.  Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berusaha bertingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

a.        Definisi Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makluk hidup belajar.  Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berusaha bertingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Jika ingin berhasil dalam suatu proses pembelajaran perlu dilaksanakan secara sistimatis, secara bulat dengan mempertimbangkan segala aspek. Sebagai sosok seorang profesional, guru yang profesional perlu meningkatkan kualitas profesinya sebagai guru dalam keseharianya yang mencakup lima sikap utama yaitu  :
1.   Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku hasil kerja yang mendekati/sesuai  dengan standar ideal.
2.   Senantiasa berusaha meningkatkan dan memelihara citra profesinya.
3.   Memiliki keingan yang kuat untuk senatiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional agar dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiatas pengetahuan dan keteampilanya.
4.   Senantiasa mengejar dan mengutamakan kualitas/mutu dan cita-cita dalam profesi.
5.   Memiliki kebanggaan dalam profesinya.
Selain bangga dengan profesinya tentu seorang guru tidak meninggalkan suatu tugas dan peranya sebagai seorang penddik, Abdul Hadis[4] berpendapat bahwa pendidik adalah aktivitas mentransfer nilai, norma, adat istiadat, dan etika kepada anak didik agar mereka bisa mematuhi nilai, norma dan etika yang berlaku di masyarakat sehingga menjadi peserta didik yang berpengetahuan dan memiliki sikap dan prilaku yang baik.
Maka dapat di garis bawahi bahwa peran guru sangatlah penting dalam dunia pendidikan terlebih bagaimana seorang guru mampuh membuat siswa itu belajar sehingga mampuh dalam bersikap .


BAB III
PROSEDUR PENELITIAN

1.   Subyek Penelitian
Subyek dalam PTK ini adalah siswa kelas 7 , di SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan tahun pelajaran 2012-2013. Peneliti memprediksi bahwa kelas ini akan terjadi peningkatan efektifitas pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja siswa .

2.  Variabel
Variabel yang menjadi sasaran dalam PTK ini adalah peningkatan prestasi belajar siswa dalam penggunaan LKS pada materi pelajaran PAK di kelas 7 SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan. 

3.   Rencana Tindakan
a).   Perencanaan
            untuk meningkatkan kemampuan siswa setelah memperoleh pengetahuan secara teoritik perlu ditingkatkan dengan kegiatan penggunaan LKS.  Kegiatan latihan ini untuk meningkatkan prestasi belajar dengan berbagai teknik perbaikan  prestasi belajar materi pelajaran PAK dan memperoleh ketrampilan nyata yang sesungguhnya dalam penggunaan LKS.  Pada simulasi ini dikaji mulai dari mengetahui jenis kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran, termasuk sarana yang akan digunakan.  Kegiatan simulasi jika dipandang cukup maka kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penanganan pada siswa secara langsung.
b).   Rincian Prosedur PTK :
      a) Siklus I :
·                      Tahap Pelaksanaan Tindakan
·                      Tahap Observasi
·                      Tahap Refleksi
·                      Tahap Perencanaan Tindakan Siklus II


      b) Siklus II :
·                      Tahap Pelaksanaan Tindakan
·                      Tahap Observasi
·                      Tahap Refleksi
Tahap Perencanaan Tindakan Siklus II

4.  Observasi dan Implementasi
            Obesrvasi ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan apakah semua rencana yang telah dibuat tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam pembelajaran materi pelajaran PAK pada siswa SMP kelas 7 dengan menggunakan LKS.  Observasi dilakukan oleh teman sejawat  guru mata pelajaran PAK dan juga dilakukan perekaman lewat penilaian.

5.   Analisis dan Refleksi

            Hasil kegiatan penggunaan LKS yang telah dinilai, dievaluasi kembali untuk dianalisis untuk mengetahui kegagalan atau kesalahan yang dialami oleh guru prktikan dan kemudian didiskusikan dengan teman sejawat untuk mencari penyelesaiannya yang efektif pada kegiatan penggunaan LKS pada tahap berikutnya.

6.  Pengumpulan Data

            Data dikumpulkan melalui observasi khususnya untuk data langsung prosedur/proses.  Data ini digunakan untuk melihat proses/prosedur pelaksanaan perbaikan prestasi belajar materi pelajaran PAK dan akan digunakan sebagai dasar penilaian pada segi perencanaan kegiatan.  Disamping itu data dikumpulkan melalui tes untuk mengukur kemampuan siswa dalam pelajaran PAK.  Data ini diperlukan untuk menentukan keberhasilan perencanaan perbaikan prestasi belajar.

7.  Personalia Penelitian
1. Ketua Peneliti
a.  Nama Lengkap dan Gelar  :  Jhoni Lagunsiang, S.Pd.M.Pd
b. Golongan/Pangkat/NIP       :  IIIc/Penata /197906142010011008
c. Jabatan Fungsional              :  Guru Dewasa
d. Sekolah                               :  SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan
e.  Bidang Keahlian                :  Pendidikan Agama Kristen
f.  Tugas
     1. bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan
     2. menyusun perencanaan
     3. menyusun laporan

2.  Anggota Peneliti 1 (teman sejawat)
a.  Nama Lengkap dan Gelar  :  Melki Sedek Dogouru, S.Si.Teol
b.  Golongan/Pangkat/NIP      :  IIIb/Penata muda TK 1/198308272009021002
c.  Jabatan Fungsional             :  Guru
d.  Sekolah                              :  SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan
e.  Bidang Keahlian                :  Pendidikan Agama Kristen
f.  Tugas
    1.  Menganalisis konsep
    2.  Menyusun perencanaan
    3.  Menyusun instrumen
8.  Jadwal Pelaksanaan

No
Jenis Kegiatan
Bulan Ke

1
Penyusunan Proposal
4
2
Analisis Pokok Bahasan Dan Media
5
3
Mendesain Media Pembelajaran Yang Digunakan
6
4
Pelaksanaan PBM
7
5
Evaluasi Hasil Belajar Siswa
8
6
Evaluasi Proses Pembelajaran
9
7
Analisis Dan Hasil Penelitian
10
8
Seminar Hasil Penelitian
11
9
Penyusunan Laporan                                         
12


































Lampiran


Curiculum Vitae



Nama                                                   :  Jhoni Lagunsiang, S.Pd.M.Pd
NIP                                                     :  197906142010011008
Pangkat/Golongan                              :  Penata Muda/ IIIc
Jabatan                                                            :  Guru
Pengalaman Penelitian                        :
ΓΌ  Apakah Dinosaurus Diciptakan Oleh Allah ?
Bidang Keahlian                                 :  Pendidikan Agama Kristen

                                                                        Akekolano, 23 September 2012
                                                                        Jhoni Lagunsiang, S.Pd.M.Pd






























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar