Selasa, 17 Februari 2015

KARAKTER PEMBELAJARAN SUKSES

1. Jujur
    Jujur pada diri sendiri menghindarkan diri dari perasaan tidak nyaman karena dikuasai pikiran negatif. Kejujuran pada diri sendiri merupakan awal dari upaya berperilaku jujur pada orang lain.  Satu hal penting yang sangat diharapkan dalam mengungkapkan kejujuran adalah tidak menyakiti orang lain. Menyatakan kejujuran dengan sopan, sadar waktu dan sadar situasi akan sangat membantu tujuan ini. Dengan berperilaku jujur, kita akan terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang timbul akibat kesalahpahaman dan konflik yang terjadi. Kejujuran tidak hanya terbatas dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam kehidupan akademik.
2. Cerdas
     Cerdas merupakan kemampuan untuk belajar memahami, memutuskan dan beropini berdasarkan alasan tertentu. Orang cerdas dilukiskan sebagai sosok dengan dua sifat . Pertama, orang cerdas mempunyai kemampuan belajar dari pengalaman. Orang cerdas akan senantiasa belajar dari kesalahan yang dibuatnya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama secara terus menerus. Kedua, sifat yang dimiliki orang cerdas adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Orang yang cerdas adalah orang yang memiliki dan menggunakan secara seimbang kemampuan berfikir secara analitis, kreatif dan praktis.
3. Berwawasan Kepemimpinan
    Kepemimpinan merupakan seni atau cara mempengaruhi orang ( baik diri sendiri maupun orang lain ) dalam mencapai suatu tujuan. Sebelum mampu memimpin orang lain, seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri. Sebagai pemimpin ketika berada di depan,di tengah, dan di belakang harus fleksibel.
4. Berorientasi Jangka Panjang
    Orang yang berperilaku jangka pendek tidak berfikir mengenai dampak yang akan terjadi sebagai akibat tindakan yang dilakukannya, sedangkan orang yang berperilaku dengan berorientasi jangka panjang, tidak hanya sekedar memikirkan hasil (out put) saja tetapi juga berpikir mengenai dampak (out come). Mereka yang berperilaku jangka panjang berorientasi pada keuntungan yang akan di dapat pada jangka panjang, yang biasanya lebih bersifat permanen dan berkelanjutan. Perilaku yang berorientasi jangka panjang biasanya didasarkan pada suatu cita-cita atau angan-angan terhadap suatu hal.
5. Peduli
     Sebagai makhluk sosial seseorang tidak dapat melepaskan diri orang lain. Saudara sendiri, tetangga, teman karib maupun masyarakat luas, itulah dunia sosialnya. Begitu juga kehidupan seorang mahasiswa dalam komunitas di perguruan tinggi, ia tidak bisa menghindari teman seangkatan, teman lain angkatan, dosen, serta karyawan. Bahkan ia juga tidak dapat menghindar dari masyarakat kampus serta masyarakat pada umumnya. Rasa peduli sebenarnya tidak hanya terbatas ditujukan kepada nasib sesama. Kita juga harus memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar, baik fisik maupun non fisik.
6. Berbudaya
    Sebagai calon pemimpin bangsa, mahasiswa semestinya tidak mementingkan sifat-sifat kedaerahan dalam menanggapi problem masyarakat. Oleh karena itu, maka mahasiswa perlu menumbuhkan budaya pancasila yang ditandai dengan sikap toleran dan saling menghormati, jiwa dan semangat kebangsaan, serta sikap mendukung keutuhan bangsa dan negara.
7. Berwawasan Kewirausahaan

    Oleh karena kewirausahaan berkaitan dengan suatu semangat, sikap dan perilaku dalam menciptakan sesuatu yang baru maka kewirausahaan dapat dilakukan di dalam sebuah organisasi (intrapreneurship) dan di luar organisasi atau membuka sebuah usaha (entrepreneurship). Jadi, istilah kewirausahaan tidak hanya sebatas usaha bisnis saja, tetapi semangat kewirausahaan merupakan suatu “virus” baru bagi mahasiswa pembelajar yang tidak ingin tergilas oleh roda perubahan. Bergabung dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah membutuhkan energi besar. Namun hal ini adalah investasi bagi diri sendiri yang merupakan tabungan yang panjang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar