Selasa, 02 Februari 2016

Model Quantum Learning sebagai Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan

Model Quantum Learning sebagai Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan
Tugas Kelompok Matakuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Murni Winarsih, M. Pd


Disusun Oleh :
Irwan Bakhti - 7116150006
Muarief Awab - 7116150008
Nadya Fadillah Fidhyallah - 7116150436
                                                              




Program Studi Teknologi Pendidikan
Program Pascasarjana
Universitas Negeri Jakarta
2016

Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
A.    Latar Belakang                                                                                    3
B.     Rumusan Masalah                                                                               3
C.     Tujuan Penulisan                                                                                 4
BAB II Pembahasan
A.    Pengertian Quantum Learning                                                            5
B.     Kerangka Perancangan Quantum Learning                                        8
C.     Model-model Pembelajaran Quantum Learning                                10
D.    Kelebihan dan Kekurangan Quantum Learning                                 14       
E.     Musik dalam pembelajaran Quantum Learning                                 15
DAFTAR PUSTAKA                                                             17







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan juga diperlukan berbagai inovasi, dimana hal ini penting dilakukan untuk kemajuan kualitas pendidikan. Dalam konteks pendidikan, perlu adanya perubahan pola, pendekatan maupun metode penyampaian informasi yang digunakan guru agar efektif dan menyenangkan.
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, ditemukan sebuah metode pembelajaran yang disebut dengan quantum learning. Quantum leraning  berawal dari sebuah upaya Georgi Lozanov, pendidik asal Bulgaria, yang bereksperimen dengan suggestology. Prinsipnya, sugesti dapat dan pasti memengaruhi hasil belajar. Pada perkembangan selanjutnya, Bobbi de Porter (penulis buku best seller Quantum Learning dan Quantum Teaching), murid Lozanov, dan Mike Hernacki, mantan guru dan penulis, mengembangkan konsep Lozanov menjadi quantum learning. Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori. Antara lain, sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistik (menyeluruh) (De Porter, 2011: 14).

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu quantum learning?
2.      Bagaimana kerangka perancangan quantum learning?
3.      Bagaimana model-model pembelajaran quantum learning?
4.      Apa kelebihan dan kekurangan quantum learning?
C.     Tujuan Penulisan 
1.      Mengetahui apa itu quantum learning
2.      Mengetahui pelaksanaan quantum learning
3.      Menegtahui kelebihan dan kekurangan quantum learning













BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Quantum Learning
Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur.[1] Dalam teori belajar quantum learning bisa diartikan sebagai strategi untuk mempertajam pemahaman daya ingat seseorang dalam proses belajar sehingga pembelajaran dapat menarik dan menyenangkan. Quantum learning bisa bersumber dari beberapa aspek misalnya; lingkungan, fisik, suasana serta nilai-nilai dan keyakinan.
Quantum Learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolingustik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif dan suatu faktor penting untuk merangsang fungsi otak agar efektif.
Dengan demikan, pembelajaran quantum learning adalah model pembelajaran yang menekankan kepada pemahaman  siswa dan memberikan manfaat yang bermakna serta memberikan suasana menarik dan menyenangkan. Munculnya konsep-konsep atau kunci dari berbagai teori dan strategi belajar dari Quantum Learning dan NLP antara lain:
·         Teori otak kanan/kiri
·         Teori otak triune (3 in 1)
·         Pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik)
·         Teori keserdasan ganda
·         Pendidikan holistik (menyeluruh)
·         Belajar berdasarkan pengalaman
·         Belajar dengan simbol (Metaphoric Learning)
·         Simulasi atau permainan
Beberapa konsep yang ada merupakan bagian penting dari pembelajaran Quantum Learning dengan menggunakan metode atau strategi. Oleh karena itu, sangat penting sekali apabila pembelajaran Quantum Learning diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Fokus dalam metode ini adalah siswa yang menjadi titik pusat dalam pembelajaran.
Dalam teknik quantum learning, proses pembelajaran diibaratkan sebagai sebuah konser musik, dimana ruang didisain dengan indah dan menyenangkan, guru seolah-olah sedang memimpin konser saat berada di ruang kelas. Guru memahami sekali bahwa setiap siswa mempunyai karakter masing-masing, karakter yang dimiliki siswa ini dapat dimanfaatkan untuk membawa siswa sukses dalam belajar [2].
Quantum learning menjadi cara belajar baru yang lebih melihat kemampuan siswa berdasarkan kelebihan atau kecerdasan yang dimilikinya. Quantum berarti percepatan atau lompatan. Kerangka pemikiran yang dibangun oleh ciri pembelajaran quantum learning ini adalah adanya sikap positif yang dibangun dalam diri siswa, dengan meyakinkan siswa bahwa setiap manusia mempunyai kekuatan pikiran yang tidak terbatas. Ada yang beranggapan bahwa otak kita sama dengan otak Einstein. Dengan mempercayai kekuatan pikiran, kita dapat mengetahui dalil tentang otak, bahwa otak harus dilatih dan tidak masalah jika harus digunakan secara terus menerus. Kita hanya tinggal memilih saja, ingin memanfaatkan organ yang paling penting dalam hidup ini atau mengabaikannya sehingga menjadi tidak berguna [3].
Dalam quantum learning, guru tidak hanya memberikan bahan ajar, tetapi juga memberikan motivasi kepada siswanya, sehingga siswa merasa bersemangat dan timbul kepercayaan dirinya untuk belajar lebih giat dan dapat melakukan hal-hal positif sesuai dengan tipe kecerdasan yang dimilikinya [4]. Cara belajar yang diberikan kepada siswa pun harus menarik dan bervariasi, sehingga siswa tidak merasa jenuh untuk menerima materi pelajaran. Di samping itu, lingkungan belajar yang nyaman juga dapat membuat suasana kelas menjadi kondusif. Siswa dapat menangkap materi yang diajarkan dengan mudah karena lebih mudah untuk fokus kepada penyampaian guru.
Asas utama quantum learning adalah “bawalah dunia mereka kedunia kita, dan antarkan dunia kita kedalam dunia mereka[5]. Asas ini terletak pada kemampuan guru untuk menjembatani jurang antara dua dunia yaitu guru dengan siswa. Artinya, bahwa tidak ada sekat-sekat yang membatasi antara seorang guru dan siswa sehingga keduanya dapat berinteraksi dengan baik. Seorang guru juga diharapkan mampu memahami karakter, minat, bakat dan fikiran setiap siswa, dengan demikian berarti guru dapat memasuki dunia siswa
B.     Kerangka Perancangan Quantum Learning
Kerangka perancangan quantum learning lebih dikenal dengan singkatan TANDUR[6], yaitu:
1.    Tumbuhkan
Tumbuhkan merupakan tahap menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Melalui tahap ini, guru berusaha mengikutsertakan siswa dalam proses pembelajaran. Motivasi yang kuat membuat siswa tertarik untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Tahap tumbuhkan bisa dilakukan dengan menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari, menampilkan suatu gambar atau benda nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari siswa.
2.    Alami
Alami merupakan tahap saat guru menciptakan atau mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti semua siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. Selain itu tahap ini juga berguna untuk mengembangkan keingintahuan siswa. Tahap alami ini bisa dilakukan dengan mengadakan pengamatan/praktikum.
3.    Namai
Tahap namai merupakan tahap memberikan kata kunci, konsep, model, rumus atau strategi atas pengalaman yang telah diperoleh siswa. Dalam tahap ini siswa dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang telah dilewati. Tahap penamaan memacu struktur kognitif siswa untuk memberikan identitas, menguatkan, dan mendefinisikan atas apa yang telah dialaminya. Proses penamaan dibangun atas pengetahuan awal dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan merupakan saat untuk mengajarkan konsep kepada siswa. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadikan sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi; sebuah “ masukan “.

4.    Demonstrasikan
Tahap demonstrasikan memberi kesempatan siswa untuk menerapkan pengetahuannya ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupan mereka. Tahap ini menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pelajari. Demonstrasi bisa dilakukan dengan penyajian di depan kelas, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk “ menunjukkan bahwa mereka tahu “.
5.    Ulangi
Penggulangan akan memperkuat koneksi saraf sehingga menguatkan struktur koqnitif siswa. Semakin sering dilakukan pengulangan, pengetahuan akan semakin mendalam. Bisa dilakukan dengan menegaskan kembali pokok materi pelajaran, memberi kesempatan siswa untuk mengulang pelajaran dengan teman yang lain atau melalui latihan soal.
6.    Rayakan
Rayakan merupakan wujud pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi dan perolehan ketrampilan dan ilmu pengetahuan. Bisa dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, dan lain sebagainya.

C.    Model-model Pembelajaran Quantum Learning

1.      Peta konsep
Peta konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep di sini lebih menunjukkan pada keluangan ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang di tuangkan dalam bentuk gambaran atau grafik.
Sebelum belajar kita memvisualisasikan  gambar dengan pikiran kita dan mengkaitkannya dengan konsep-konsep.
Langkah-langkah teknik penggunaan peta menurut Rose dan Nicholl :
a.       Mulai dengan topik di tengah halaman: Tulislah gagasan uatama di tengah-tengah halaman kertas dan lingkupilah dengan segitiga atau bentuk-bentuk lain, sehingga kita  terdorong untuk mendefinisikan gagasan inti subjek yang dipelajari sebagai titik awal yang efektif.
b.      Buat cabang-cabangnya: Tambahkan cabang keluar untuk setiap poin atas gagasan utama antrara lima atau tuju cabang jangan terlalu banyak.
c.       Gunakan kata-kata kunci: Kata kunci adalah kata yang menyampaikan isi sebuah gagasan dan memudahkan memicu ingatan kita. 
d.      Gunakan huruf kapital. Tulis gagasan penting dengan huruf yang lebih besar.
e.       Menghidupkan peta pikiran dengan hal-hal yang menarik. Garis bawahi kata-kata penting atau menggunakan huruf miring  atau tebal.
2.      Teknik Memori
Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dengan cara kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Daya ingat kita dapat ditingkatkan dan otak suka dengan hal yang bersifat[7]:
®    Ekstem berlebihan/tidak masuk akal
®    Penuh warna
®    Multi sensor
®    Lucu
®    Melibatkan emosi
®    Melibatkan irama atau musik
®    Tindakan aktif
®    Gambar tiga domensi dan hidup/aktif
®    Menggunakan asosiasi
®    Imajinasi
®    Humor
®    Simbol
®    Nomor dan urutan
Teknik memori memiliki hambatan yaitu orang tua atau guru menganggap konyol jika kita berfikir tidak masuk akal. Namun cara ini sangat efektif karena otak kita menyimpan gambar dan makna.
3.      Teknik Rantai Kata
Teknik ini menggunakan cara menyambung atau merantai kata menjadi cerita yang mudah dihafalkan. Syarat yang harus dilakukan dalam membuat ceita pendek ada pada 14 poin yang tersebut sebelumnya dan ada pula syarat tambahan yaitu:
a)          Buatlah cerita yang berisi aksi atau tindakan
b)         Hindari perubahan bentuk karena akan mengacaukan urutan kata yang dihafal dan kurang menarik bagi otak.
c)          Jangan menambah objek lain.
d)         Buat cerita yang sependek mungkin karena akan semakin baik dan efektif.
e)          Bayangkan gambar dari objek cerita
Teknik ini  adalah melatih merangkai membuat kalimat/cerita dari kata-kata yang sudah ada.
Contoh :
a)      Semesta
b)      Variabel
c)      Konstanta
d)      Fungsi
e)      Persamaan
4.      Teknik Plesetan Kata
Teknik plesetan kata yaitu menggantikan kata sulit yang ingin kita hafal dengan kata lain yang bunyinya mirip atau lucu.
5.      Teknik Akrostik (Jembatan Keledai)
Teknik akrostik adalah teknik menghafal dengan mengambil huruf depan dari materi yang ingin diingat dan kemudian digabungkan hingga menjadi singkatan atau kata/kalimat lucu.
Contoh: Mejikuhibiniu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu); Hari libur naik kuda, rabu kamis free (singkatan dari unsur kimia golongan IA: H, Li, Natrium, K, Cs, Fr)Cewek sinting genit senang plembungan (singkatan dari unsur kimia golongan IV A: C, Si, Gn, Sn, Pb).
D.      Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Quantum Learning
Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki dalam bukunya yang berjudul “Quantum Leraning[8] menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran quatum learning yaitu sebagai berikut.
1.      Kelebihan
a.  Pembelajaran quantum berpangkal pada psikologi kognitif.
b.  Pembelajaran quantum bersifat humanistik.
c.  Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna.
d.  Menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
e.  Memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
f.   Mengutamakan keberagaman dan kebebasan.
g.  Memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan dalam hidup, dan prestasi fisikal atau material.
2.      Kekurangan
a.       Membutuhkan pengalaman yang nyata.
b.      Butuh waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar.
c.       Kesulitan dalam mengidentifikasi keterampilan siswa.
Berdasarkan pemaparan keunggulan dan kelemahan pembelajaran kuantum, pembelajaran kauntum sangat memperhatikan keaktifan serta kreatifitas yang dapat dicapai oleh peserta didik. Pembelajaran kuantum mengarahkan seorang guru menjadi guru yang “baik”. baik dalam arti bahwa guru memiliki ide-ide kreatif dalam memberikan proses pembelajaran, mengetahui dengan baik tingkat kemampuan siswa.
E.     Musik Dalam pembelajaran Quantum Learning
Musik sebenarnya berhubungan kondisi fisiologis manusia. Selama melakukan pekerjaan mental yang berat, tekanan darah dan denyut jantung  meningkat. Gelombang-gelombang otak meningkat, otot-otot menia ditegang. Selama relaksasi dan meditasi denyut jantung dan tekanan darah menurun, dan sulit berkonsentrasi,  akan sulit untuk mengunakan konsentrasi penuh apabila fisik mengalami kondisi tersebut inilah alasan quantum learning mengunakan musik dalam pembelajaranya,  tetapi tidak semua jenis aliran musik bisa digunakan dalam pembelajaran quantum lerning. Musik yang sesuai menurut penemuan Dr. Lozanov adalah musik baroq dengan composer Bach, Handel,  Vivaldi dan Pachelbel. Baroq musik diciptakan sangat sistematis oleh para composernya dengan perhitungan tempo yang mengikuti waktu di dalam jarum jam nada-nada diatur sedemikian mungkin dalam sebuah karya musik sehingga para pendengarnya mendapatkan efek yang berbeda.[9]
Musik membuat otak dan tubuh manusia menjadi rileks, musik dapat menstimulasi perkembangan otak selain itu musik juga dapat menimbulkan efek tenang (smoothing effect) dan bisa menjadi penyemangat dan memperkuat daya ingat anak-anak. Menurut ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D, getaran musik yang masuk melalui telinga dapat memengaruhi kejiwaan. Ini terjadi karena di dalam otak manusia terdapat jutaan sel saraf (neuron) dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori dibelahan kiri dan belahan kanan. Mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecer dasar terjadi.[10]












Daftar Pustaka
Hastomi, E. Sumaryati. 2012. Terapi Musik Tips Bagaimana Memaksimalkan Musik
           
Sebagai Terapi untuk Mendongkrak Kecerdasan Anak. Jakarta: Buku Kita
DePorter, Bobbi, dkk. 1999. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan
           
Menyenangkan. Bandung :Kaifa.
A’la, Miftahu. 2011. Quantum Teaching. Jogjakarta: Diva Press.
Gunawan, Adi, W. 2004. Genius Learning Strategy, Petunjuk praktis untuk menerapkan
           
Accelerated Learning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.



[1]Bobbi DePorter dkk, Quantum Learning, Kaifa, Bandung: 1992, hl. 15
[2] A’la, MiftahulQuantum Teaching, Jogjakarta: Diva Press, 2011, hal. 24
[3] Ibid, hal. 40
[4] ibid, hal. 17
[5] Ibid, hal. 27
[6] Ibid, hal. 34
[7] Adi, W. Gunawan, Genius Learning Strategy, Petunjuk praktis untuk menerapkan Accelerated Learning., Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.
[8]Bobbi DePorter dkk, Quantum Learning, Kaifa, Bandung: 1992, hl. 18-19
[9] Bobbi DePorterdan Mike Hernaki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan , Bandung :Kaifa, 1999, h. 72.
[10]Sumber, I. Hastomi, E. Sumaryati, Terapi Musik Tips Bagaimana Memaksimalkan Musik Sebagai Terapi untuk Mendongkrak Kecerdasan Anak, Jakarta: Buku Kita, 2012, h. 33.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar